Mampukah regional bangkit?
Jakarta, Strategydesk
Nikkei
Indeks Nikkei berakhir negatif kemarin, jatuh ke level terendah sejak Maret 2009, karena kekhawatiran mengenai masalah utang yang menjerat Eropa dan AS. Para pemimpin baru Yunani, Italia dan Spanyol berpacu dengan waktu untuk memberlakukan program pengetatan di tengah yield obligasi di dekat 7% dan menjelang pertemuan pemimpin Eropa untuk memfinalisasi dana talangan (EFSF). Indeks Nikkei ditutup turun 26,64 poin, atau 0,32% di 8.348,27.
Indeks Nikkei masih tertekan perdagangan dimana kejatuhan bursa AS menjadi pemicunya menyusul kegagalan kongres menyepakati pemangkasan defisit. Jatuhnya harga komoditas global membuat kinerja saham terkait terbebani. Perdagangan hari ini kemungkinan terbatas jelang libur bursa Jepang besok.
Rekomendasi

Kospi
Indeks Kospi berakhir di zona merah kemarin, tertekan oleh saham yang sensitif dengan nilai tukar. Kegelisahan investor bertambah di tengah krisis utang Eropa dan adanya indikasi kegagalan panel reduksi utang AS mencapai kesepakatan. Panel reduksi utang AS akan mengumumkan bahwa mereka gagal membuat perkembangan berarti menjelang tenggat waktu 23 Nopember untuk menghasilkan kesepakatan soal pos-pos yang harus dipangkas. Indeks Kospi ditutup turun 19,14 poin, atau 1,04% di 1.820,03.
Indeks Kospi masih belum bisa bangkit karena masih dibayangi sentimen negatif global perihal krisis utang di Eropa. Selain itu, komite pengurangan defisit gagal menghasilkan keputusan menjelang tenggat waktu Rabu untuk menemukan pemotongan $1,2 triliun dalam satu dekade ke depan.
Rekomendasi

Hang Seng
Indeks Hang tergelincir kemarin, terjebak di zona merah untuk lima sesi berturut-turut, tertekan oleh kejatuhan saham properti dan keuangan. Kinerja ini terjadi menyusul sesi perdagangan yang sepi, karena volume yang rendah, menyusul pernyataan pejabat China soal prospek ekonomi global yang suram. Indeks Hang Seng ditutup jatuh 265,38 poin, atau 1,44%, di 18.225,85.
Indeks Hang Seng kini terancam berada di bawah level 18.000, karena kejatuhan bursa Eropa dan AS. Analis mengatakan meski sudah jatuh tajam dalam beberapa sesi terakhir, belum banyak bargain hunting. Ini menunjukkan banyak investor masih yang ragu untuk kembali ke pasar di saat situasi di Eropa dan AS yang belum pasti.
Rekomendasi

Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sentimen mulai pulih, regional rebound
- G-8 berhasil pulihkan regional
- Krisis Eropa makin menikam regional
- PDB Jepang rebound-kan regional
- Gejolak Yunani makin benamkan regional
- Gejolak politik Yunani benamkan regional
- China pangkas GWM, regional rebound
- Regional masih redup, data China dinanti
- Sentimen negatif zona euro tekan regional
- Regional masih didera aksi jual
- Wall Street mixed, regional coba rebound
- Data AS, Eropa tenggelamkan regional
- Regional tertekan data AS, payroll dinanti
- Profit taking melanda regional
- Data ISM angkat sentimen regional



