Mampukah IHSG jauhi support 3.770

Tanggal June 10, 2011 / 8:43 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Indeks Dow Jones Industrial (DJI) akhirnya bisa mengalami kenaikan pertama di bulan Juni ini.  Signalnya belum sepenuhnya bullish.  Tapi setidaknya, DJI sudah kembali ditutup diatas suport 12093.  Posisi penutupan IHSG kemarin sebenarnya tidak terlalu bagus karena dibawah suport pertama di level 3815.  Jika berlanjut turun, suport selanjutnya ada di kisaran 3720-3770.  Akan tetapi, adanya sentimen positif dari bursa regional membuat kita perlu melihat dulu apakah IHSG bisa kembali berada diatas suport 3815.  Kisaran IHSG untuk hari ini diperkirakan akan berada pada level 3760-3830.  Penutupan diatas 3830 akan menjadi signal positif untuk jangka pendek.
Sementara itu, bursa regional kini mendapat angin segar di akhir perdagangannya pekan ini. Keberhasilan bursa saham di AS yang pulih dari kejatuhannya menjadi motor penggerak.
Indeks Nikkei yang kini berhasil menguat untuk kali keempat ditopang berkat aksi bargain hunting oleh investor asing yang memburu saham di tengah valuasi menarik. Kinerja positif Nikkei tidak lepas dari pelemahan yen terhadap dollar dan euro.
Sedangkan indeks Kospi dan Hang Seng mendapatkan obat penawar pasca kejatuhan beberapa hari terakhir karena bursa saham di AS yang positif dan lonjakan harga minyak mentah dunia yang kemungkinan mendongkrak harga saham energi dan material.
Bursa saham di AS pulih setelah mengalami kejatuhan berturut-turut dalam enam sesi perdagangan, tapi semalam berhasil menguat berkat catatan ekspor AS di bulan April yang menunjukkan kenaikan. Laporan ini memupus kekhawatiran pasar seputar pemulihan ekonomi AS. Tapi pelaku pasar beranggapan kenaikan kali ini sebenarnya masih rentan.
Data AS semalam menunjukkan defisit perdagangan menyusut secara tajam selama April menjadi $ 43,7 miliar dari sebelumnya sebesar $ 46,8 miliar. Menyusutnya defisit itu disebabkan karena tingginya ekspor dan anjloknya impor. Sedangkan jobless claims pekan lalu mengalami kenaikan 427.000 dari ekspektasi 415.000.

Review IHSG
I
ndeks Haga Saham Gabungan (IHSG) kembali jatuh sebesar 19 poin pada perdagangan kemarin.
Aksi jual kembali mewarnai perdagangan pada hari itu menyusul pernyataan  BI menahan BI Rate dalam rangka menghadapi ancaman risiko yang berpotensi memberikan tekanan pada stabilitas ekonomi.
Pernyataan BI tersebut memicu dana asing keluar dari lantai bursa, hal ini terlihat dari  investor asing yang melakukan penjualan bersih (foreign net sell) ssebesar Rp 694,991 miliar di seluruh pasar.
Selain itu, kondisi bursa regional yang masih lesu makin membebani kinerja IHSG. Hampir seluruh indeks sektoral di BEI mengalami pelemahan, kecuali sektor agrikultur yang masih mampu bertahan.
Menutup perdagangan, Kamis (9/6/2011), IHSG anjlok 19,634 poin (0,51%) ke level 3.806,187. Sementara Indeks LQ 45 jatuh 4,421 poin (0,65%) ke level 673,385.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Dian Swastatika (DSSA), Astra Internasional (ASII), Multibreeder (MBAI) dan SMART (SMAR).
Sementara saham-saham yang naik diantaranya Multi Bintang (MLBI), Delta Jakarta (DLTA), Salim Ivomas (SIMP), dan Pan Brothers (PBRX).

Ulasan Teknikal
IHSG

P
enutupan di bawah support 3.810 bisa menjadi indikasi bearish bagi IHSG, kondisi ini didukung pula dengan indikator RSI dan stochastic yang mulai bergerak downtrend. Sementara MA yang telah berada di atas indeks juga menegaskan kondisi bearish tersebut. Penentuan bearish selanjutnya akan ditentukan dengan ditembusnya, level support selanjutnya di 3.800. Jika IHSG bergerak di bawah level tersebut, maka penurunan akan berlanjut hingga area 3.770 – 3.750. Sementara kenaikan kembali IHSG di atas level resistance 3.812 akan membuka peluang penguatan untuk meraih kembali area 3.830 – 3.850. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.780 – 3.830.

R3    3,858
R2    3,844
R1    3,825
   
Pivot    3,811
   
S1    3,792
S2    3,778
S3    3,760

Stock Pick
JPFA

T
rend Keseluruhan menunjukkan bahwa JPFA bullish, ditunjukkan dengan garis trend serta MA yang masih uptrend. Namun, terbentuknya pola shooting star setelah terjadinya false break pada resistance 4.450, bisa menjadi indikasi reversal bagi JPFA. Kondisi tersebut didukung pula oleh stochastic yang berpeluang dead cross di area overbought, serta RSI yang membentuk divergence. Support saat berada di level 4.325. Jika ditembus, maka koreksi bisa berlanjut menuju support berikutnya di 4.200.
Rekomendasi     : Buy on weakness @4.200, stop loss 4.000, target 4.450
Support                 : 4.325, 4.375
Resistance          : 4.450, 4.600

PTBA

M
oving average terlihat masih downtrend, demikan pula dengan indikator RSI dan stochastic. Namun begitu, harga saat ini masih bertahan di atas support di 20.600. Jika support tersebut mampu dipertahankan, PTBA masih mempunyai peluang rebound untuk kembali meraih area 21.300. Sebaliknya jika support ditembus, maka penurunan PTBA bisa berlanjut hingga area 20.000 – 19.250.
Rekomendasi     : Hold, stop loss breakout 20.600, taregt 21.300
Support                 : 20.800, 20.600
Resistance          : 21.100, 21.300

Rekomendasi
Stock Screener

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account