Mampukah bursa saham Asia bangkit?

Tanggal December 14, 2011 / 9:49 pm. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk
Nikkei
      I
ndeks Nikkei  terhempas di zona merah kemarin setelah the Fed tidak mengumumkan bahkan memberi sinyal untuk meluncurkan stimulus baru. Kejatuhan Nikkei mengikuti pergerakan bursa regional, menyusul anjloknya saham AS karena hasil rapat the Fed. Bank Sentral AS itu tidak memberi kejutan atau sesuatu yang baru, mempertahankan kebijakannya karena pandangan ekonomi terlihat mulai membaik. Indeks Nikkei ditutup turun 33,68 poin, atau 0,39% di 8.519,13.
   Indeks Nikkei diperkirakan masih bergerak dalam range trading 8500-8600. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan indeks Nikkei tidak akan bergerak tajam menjelang akhir tahun. Mereka melihat 8.500 sebagai level penting untuk sentimen dan hedge fund masuk bursa di level itu karena menganggap saham Jepang masih undervalue.

Rekomendasi




Kospi
      I
ndeks Kospi berakhir melemah kemarin menyusul hasil yang mengecewakan dari rapat kebijakan Federal Reserve yang tidak mampu menaikkan sentiment pasar ditengah keterpurukannya karena krisis utang Eropa. Sham-saham unggulan termasuk Samsung Electronics turun 0,95%. LG Electronics jatuh 1,34%. Indeks Kospi ditutup turun 6,31 poin, atau 0,34% di 1.857,75.
      Indeks Kospi coba mengalami penguatan kendati masih terbatas karena bayang-bayang krisis utang Eropa. Banyak yang memperkirakan aksi jual akan berkurang di minggu mendatang karena banyak investor berlibur akhir tahun, membantu indeks.  Namun, kekhawatiran mengenai Eropa masih menjadi penghambat laju pasar.

Rekomendasi



Hang Seng
    I
ndeks Hang Seng mencatat penurunan untuk kali kelima berturut-turut kemarin. Penurunan ini dipicu kejatuhan saham-saham dipicu kejatuhan saham-saham komoditas seiring berkurangnya aksi pembelian jelang libur akhir tahun. Investor juga kecewa dengan the Fed yang tidak mengumumkan stimulus baru pasca rapat regulernya. Indeks Hang Seng ditutup turun 92,74, atau 0,50% ke posisi 18.354,43.       
      Indeks Hang Seng coba membatasi kejatuhannya kali ini setelah hampir sepekan indeks terjebak dalam area negatif. Aksi bargain hunting bisa saja terjadi bila krisis utang Eropa untuk sementara waktu dikesampingkan. Tapi investor juga masih khawatir akan krisis utang Eropa yang masih belum jelas penanganannya. Ancaman penurunan peringkat kredit negara Eropa masih menjadi sentimen negatif .

Rekomendasi

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account