Libur Natal, market lesu
Jakarta, Strategydesk
Nikkei
Indeks Nikkei terkoreksi Kamis pekan lalu, setelah melaju selama dua sesi sebelumnya, di tengah minimnya katalis dan transaksi menjelang liburan Natal. Indeks semakin terkoreksi setelah Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa mengatakan pemulihan ekonomi Jepang sedang terhenti. Kekhawatiran mengenai Eropa juga membuat investor enggan bertransaksi. Indeks Nikkei ditutup turun 64,82 poin, atau 0,77% di 8.395,16.
Indeks Nikkei cenderung bergerak dalam range trading 8.450-8.550 kali ini. Absennya berita baru yang dapat menggerakkan pasar, ditambah dengan rendahnya transaksi menjelang akhir pekan panjang, membuat indeks terjebak dalam range terbatas. Meski aksi beli masih bisa berlangsung karena sentimen dari data ekonomi AS yang terus membaik, sehingga mengindikasikan optimisme terhadap perekonomian AS.
Rekomendasi

Kospi
Indeks Kospi berakhir Jumat lalu terangkat oleh data AS yang mengindikasikan ekonomi terbesar dunia itu sedang membaik. Jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran di AS turun ke level terendah sejak April 2008. Indeks Kospi ditutup naik 1,07 poin, atau 19,73% di 1.867,22. Selama sepekan, indeks tersebut naik 1,5%, bangkit setelah anjlok 4,87% Senin lalu ketika wafatnya Kim Jong-il diumumkan.
Indeks Kospi diawal perdagangannya minggu ini berpeluang mengalami penguatan menyusul membaiknya data ekonomi AS yang berhasil menggiring indeks utama AS rally akhir pekan lalu. Tapi kalangan analis menilai market cenderung flat dimana sebagian besar pasar libur, ditambah minimnya faktor baru yang mampu menggerak jelang akhir tahun.
Rekomendasi 

Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sentimen mulai pulih, regional rebound
- G-8 berhasil pulihkan regional
- Krisis Eropa makin menikam regional
- PDB Jepang rebound-kan regional
- Gejolak Yunani makin benamkan regional
- Gejolak politik Yunani benamkan regional
- China pangkas GWM, regional rebound
- Regional masih redup, data China dinanti
- Sentimen negatif zona euro tekan regional
- Regional masih didera aksi jual
- Wall Street mixed, regional coba rebound
- Data AS, Eropa tenggelamkan regional
- Regional tertekan data AS, payroll dinanti
- Profit taking melanda regional
- Data ISM angkat sentimen regional



