Lesunya ekonomi global, benamkan bursa Asia

Tanggal August 24, 2010 / 7:46 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Kecemasan pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi global, menggiring indeks Wall Street ke zona negatif dan berimbas pada bursa Asia hari ini. Kabar mengenai mergernya sejumlah perusahaan AS, gagal angkat sentimen.
Serangkaian faktor yang diperkirakan sebelumnya dapat memberi sokongan ke bursa, ternyata tidak mampu melawan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global.
Pasar yang sebelumnya berharap akan hasil pertemuan Perdana Menteri Naoto Kan dan Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa, merasa kecewa, karena mereka hanya berbicara lewat telepon, bukannya mengadakan pertemuan seperti yang diperkirakan selama ini. Apalagi pembicaraan tersebut tidak menghasilkan apapun.
Kini pelaku pasar terfokus pada serangkaian data ekonomi seperti PDB untuk kawasan Eropa dan penjualan rumah bekas AS yang dijadwalkan dirilis hari ini. Bilamana kedua data tersebut menunjukkan hasil yang buruk, tidak menutup kemungkinan bursa akan terus mengalami kejatuhan lebih dalam lagi. sebaliknya, hasil yang diatas ekspektasi menjadikan alasan bagi pelaku pasar melakukan aksi bargain hunting.
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei jatuh ke level terendah dalam 9 bulan terakhir kemarin, tertekan oleh aksi jual di tengah kecemasan mengenai pemulihan ekonomi dan dampak apresiasi yen. Selain itu, pasar kecewa karena PM Naoto Kan dan Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa hanya berbicara lewat telepon, bukannya mengadakan pertemuan seperti yang diperkirakan selama ini. Apalagi pembicaraan tersebut tidak menghasilkan apapun. Bukan tidak mungkin indeks bakal jatuh lagi hari Selasa. Indeks Nikkei .N225 ditutup melemah 62,69 poin, atau 0,68%, di 9.116,69.
Indeks Nikkei diperkirakan akan menguji dan bergerak di bawah 9.000, level terendahnya dalam 13 bulan terakhir, menyusul kejatuhan Wall Street karena kecemasan mengenai pemulihan ekonomi. Hal ini memicu aksi safe haven, dimana investor memburu dollar dan yen.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Di Korsel, indeks Kospi juga mencatat hasil negatif kemarin, tidak mampu menahan pengaruh global di tengah kecemasan mengenai ekonomi. Pernyataan dari anggota dewan ECB Axel Weber bahwa stimulus moneter perlu diterapkan hingga awal tahun depan memperlihatkan rentannya kondisi ekonomi negara maju. Indeks Kospi .KS11 ditutup melemah 7,83 poin, atau 0,44%, di 1.767,71.
Kecemasan mengenai perlambatan ekonomi global, diperkirakan akan membawa indeks Kospi untuk tetap bertahan di zona merah. Kondisi tersebut kemungkinan akan membebani kinerja saham ekspor. Meski faktor domestik diharapkan dapat menahan kejatuhan indeks.  
Hang Seng Futures Kontrak Agustus (HSIQ0)
Indeks Hang Seng berakhir melemah kemarin, terbawa arus regional yang negatif, karena kecemasan mengenai kondisi ekonomi global. Selain itu, kejatuhan harga minyak menekan saham energy. Saham energi  seperti China Resources Enterprise dan Chine Petroleum Chemical (Sinopec). Indeks Hang Seng .HSI ditutup melemah 92,81 poin, atau 0,44%, di 20.889,01. Sedangkan indeks H-Shares, atau perusahaan China yang listing di Hong Kong, turun 0,93% 11.670,39.
Merosotnya kinerja bursa regional diperkirakan masih menjadi motor penggerak Hang Seng. Disamping itu, jatuhnya harga minyak dan emas kemungkinan menambah beban akan kinerja saham komoditas di tengah lesunya ekonomi global yang menurunkan permintaan.

Rekomendasi
NIKKEI


KOSPI


HANG SENG

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account