Laju saham Asia menguat terbatas

Tanggal January 18, 2011 / 8:52 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Saham Asia diperkirakan akan mengalami penguatan terbatas dalam perdagangan kali ini. Penguatan  saham Asia ditopang faktor teknikal dan membaiknya ekspektasi kinerja laporan keuangan AS.
Selain mendapatkan suntikan sebelumnya dari hasil laporan JPMorgan, sentimen positif yang menopang kinerja saham keuangan Asia karena saham sejenis di AS berhasil mencatat hasil positif.
Terbatasnya laju saham Asia kali ini, ditenggarai kekhawatiran pelaku pasar akan hasil pertemuan Menteri Keuangan Eropa yang tengah membahas krisis utang yang melanda benua biru.
Namun, pelaku pasar sebenarnya masih cemas akan langkah kebijakan China selanjutnya setelah akhir pekan lalu bank sentral China (PBOC) memutuskan langkah pengetatan aturan kredit, melalui menaikkan persyaratan kecukupan modal.
Minimnya faktor pendukung karena liburnya bursa AS semalam. Selain itu, pelaku pasar akan berhati-hati jelang laporan keuangan Bank of America, Goldman Sachs dan Morgan Stanley yang dijadwalkan dirilis minggu ini. Dan malam ini, laporan keuangan Apple Inc. dan Citigroup Inc. akan menjadi perhatian.
Nikkei Futures Kontrak Maret (SSIH1)
Indeks Nikkei berakhir flat kemarin menyusul aksi ambil untung yang dipicu oleh kejatuhan bursa saham China. Saham China tumbang setelah Jumat lalu China menaikkan lagi rasio kecukupan modal perbankan. Bank Sentral China (PBOC) menaikkan rasio sebesar 50 bps sebagai upaya untuk meredam inflasi. Namun, sentimen tidak sepenuhnya negatif karena laporan keuangan JPMorgan yang lebih baik dari prediksi. Indeks Nikkei ditutup menguat 3,82 poin, atau 0,04%, di 10.502,86.
Indeks Nikkei diperkirakan akan bergerak dalam kisaran sempit hari ini menyusul minimnya katalis yang menggerakkan pasar setelah bursa AS semalam tutup. Namun kini perhatian pelaku pasar tertuju ke benua biru, menyusul pertemuan Menteri Keuangan Eropa yang membahas masalah kredit. Sementara itu, fluktuasi yen masih mempengaruhi laju indeks.
Kospi Futures Kontrak Maret (KSH1)
Indeks Kospi mencatat hasil negatif karena kejatuhan saham baja dan energi menutupi penguatan saham teknologi dan pengembang kapal. Indeks Kospi ditutup melemah 8,32 poin, atau 0,39%, di 2.099,85. Saham baja dan energi tertekan di tengah kecemasan mengenai langkah pemerintah untuk meredam inflasi melalui penurunan harga baja dan BBM.
Sama halnya dengan indeks Nikkei, indeks Kospi kemungkinan akan bergerak pada kisaran terbatas kali ini di tengah kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa yang kini tengah di bahas para Menteri Keuangan di kawasan itu. Sementara itu, saham produsen petrokimia dan energy kemungkinan terbebani setelah padamnya aliran listrik di wilayah barat daya Yeosu, sebagai pusat dimana perusahaan itu berada.
Hang Seng Futures Kontrak Desember (HSIF1)
Indeks Hang Seng terkoreksi kemarin, mengakhiri penguatan 4 sesinya, karena kekhawatiran mengenai langkah China untuk meredam inflasi. Saham bank dan properti China memimpin kejatuhan indeks menyusul keputusan Bank Sentral (PBOC) menaikan rasio kecukupan modal perbankan. PBOC menaikan rasio sebesar 50 bps. Keputusan ini juga memukul bursa China. Indeks Hang Seng ditutup melemah 126,26 poin, atau 0,52%, di 24.156,97.
Pergerakan indeks Hang Seng hari ini masih dibayangi tekanan jual pasca keputusan Beijing yang menaikkan rasio kecukupan modal. Adanya kekhawatiran ini bukanlah langkah terakhir dari Beijing untuk meredam inflasi dan menyerap likuiditas. Banyak kalangan mencemaskan akan datang serangkaian pengetatan kebijakan lanjutan.

Rekomendasi
NIKKEI


KOSPI


HANG SENG

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account