Laju saham Asia dorong minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak mengalami kenaikan di tengah laju saham Asia, sekaligus meningkatkan optimisme terhadap pertumbuhan. Otomatis hal ini akan meningkatkan permintaan terhadap minyak.
Di perdagangan hari ini, minyak bergerak fluktuatif. Harga sempat tertekan karena penguatan dollar dan data cadangan energi AS yang tidak sesuai harapan.
Pada jam 15: 27 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk September naik 15 sen ke posisi $75,57 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX.
Data Energy Information Administration (EIA) menunjukan bahwa cadangan minyak turun sebesar 800.000 barel di akhir minggu kemarin, jauh dari perkiraan pasar yang sebesar 2,25 juta barel. Data itu juga menunjukan cadangan bensin tidak banyak berubah dan cadangan distillate, yang mencakup heating oil dan solar, meningkat 1,1 juta barel.
Banyak analis pasar yang memperingatkan bahwa keadaan suplai minyak sekarang masih berlebihan. Ditambah lagi dengan permintaan yang masih lesu. Meski minyak akan bergerak melemah di bulan September dan Oktober ada kemungkinan bahwa minyak akan menduduki posisi $90 per barel pada akhir tahun.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak turun jelang data API
- Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
- Minyak naik, payroll dinantikan
- Data EIA tekan minyak
- Minyak diangkat Iran, data China
- Data Jepang angkat minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Keputusan the Fed dorong minyak
- Minyak sideway, di bawah $100
- Faktor Timteng Angkat Minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Minyak turun ke bawah $100
- Rencana IMF, data AS dorong minyak
- Pernyataan Iran, Saudi dongkrak minyak
- Masalah downgrade Eropa tekan laju minyak



