Laju saham angkat minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik tajam hari ini seiring penguatan saham regional berkat data yang memperlihatkan awal musim belanja liburan AS yang positif.
Minyak bergerak mengikuti laju saham, yang rally menyusul laporan soal banyaknya konsumen AS berbelanja selama empat hari sejak Thanksgiving. Laporan menyebutkan sebanyak 226 juta konsumen berbelanja pasca Thanksgiving, atau yang disebut dengan Black Friday itu. Angka itu lebih tinggi dari tahun lalu yang 212 juta orang. Menurut laporan analis, total penjualan selama Black Friday mencapai $52,4 miliar, rekor tertinggi.
Data ini menimbulkan sentimen positif akan prospek pembelanjaan di saat musim liburan akhir tahun nanti. Tingginya minat belanja berkorelasi positif dengan pertumbuhan, karena 70% aktivitas ekonomi AS memang datang dari pembelanjaan konsumen. Data ini mengangkat saham Asia yang minggu lalu terjebak dalam zona merah dan butuh berita positif untuk rebound.
Perkembangan dari Eropa juga membantu harga minyak. Perancis dan Jerman mempertimbangkan pemangkasan birokrasi Eropa agar negara pengguna euro tunduk dengan aturan ketat dalam disiplin anggaran. Sayangnya, IMF membantah sedang menyiapkan pinjaman untuk Italia, setelah sempat ada isu lembaga tersebut siap mengucurkan pinjaman siaga sebesar 400-600 miliar euro.
Pada jam 14:01 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Januari naik $1,83 ke $98,60 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat $1,30 jadi $107,70 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



