Laju IHSG tak terbendung, meski rawan koreksi
Jakarta, Strategydesk - Di awal pekan ini, IHSG akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas. Minimnya katalis fundamental dan lesunya bursa regional akan dimanfaatkan sebagai alasan untuk melakukan aksi ambil untung.
IHSG berhasil mencetak rekor barunya di 3.117 minggu lalu. Situasi ini mengundang minat untuk profit taking. Bursa saham Asia bergerak mixed, namun sebagai besar lesu. Bursa Jepang terkoreksi menjelang pertemuan BOJ dan pemerintah untuk membahas masalah yen. Pasar menantikan ada tidaknya langkah kongkrit yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Namun, selama arus dana asing tetap mengalir, ini masih menjadi faktor yang dapat menopang IHSG. Investor asing melihat resiliensi ekonomi domestik dan optimis terhadap prospeknya.
Penguatan saham Bakrie 7 dan sektor konsumen menjadi pendorong IHSG ke rekor terbarunya. Sektor konsumen menjadi pilihan di tengah bulan Ramadan dan menjelang lebaran, di mana tingkat konsumsi, seperti sandang dan pangan meningkat.
Namun, isu mengenai masalah Bakrie Life sepertinya akan mempengaruhi pergerakan ke tujuh saham Bakrie. Bakrie Life kini tidak mau lagi berjanji kepada para nasabah Diamond Investa terkait cicilan pengembalian dana karena sedang mengalami kesulitan dana.
Sementara itu, saham Asia bergerak mixed hari ini, dengan koreksi terjadi di bursa Jepang, Bursa saham Jepang terkoreksi menjelang pertemuan Ketua BOJ Masaaki Shirakawa dan Perdana Menteri Naoto Kan untuk membahas soal yen.
Pasar menantikan ada tidaknya langkah yang kongkrit dari pertemuan tersebut. Pasar berharap otoritas menghasilkan kebijakan yang dapat meredam laju apresiasi yen. Penguatan yen selalu menjadi momok bagi bursa Jepang, karena mengurangi daya saing produk Jepang di pasar internasional dan laba perusahaan.
Pertemuan tersebut menjadi kunci bagi pergerakan bursa Jepang hari ini. Bila kedua pejabat itu tidak menghasilkan langkah apapun, pasar akan kecewa. Pasar membutuhkan lebih dari sekedar retorika.
Beberapa data terjadwal hari ini adalah indeks PMI Eropa untuk Agustus, baik dari sektor manufaktur maupun jasa. Penurunan indeks akan berdampak buruk ke pergerakan saham Eropa.
Review
Dalam perdagangan akhir pekan lalu, IHSG kembali mencatat hasil mengesankan, dengan mencetak rekor baru meski di saat bursa global bertumbangan.
Penguatan ini didorong oleh kenaikan saham Bakrie 7. Setelah sempat terpuruk di sesi sebelumnya, saham Bumi Resources berhasil bangkit. Rebound Bumi berimbas ke saham Bakrie lainnya, yang mengangkat sentimen pasar untuk melakukan aksi beli. IHSG ditutup menguat 12,370 poin, atau 0,39%, di 3.117,720. Sedangkan indeks LQ-45 naik 2,271 poin, atau 0,38%, ke 592,164.
Sebanyak 120 saham menguat, 81 saham melemah dan 96 saham flat. Sebanyak 3 sektor mencatat hasil negatif, dengan infrastruktur turun 1,15%. Namun 7 lainnya berhasil menggapai hasil positif, dipimpin konsumen yang naik 2,26%.
Ulasan Teknikal
IHSG
Secara keseluruhan dari informasi yang di berikan Ichimoku dan oscillator Stochatic terhadap IHSG, masih memberikan indikasi kenaikan dengan target 3131 dan 3181,namun disela sela TREN NAIK SKALA KUAT yang sedang berlangsung pada IHSG berpeluang terjadinya koreksi bila tidak mampu mempertahankan harga diatas 3092. Aspek flat element tenkan dan kijun pada ichimoku dan formasi yang terbentuk pada stochastic mengindikasikan keterbatasan kenaikan dan cenderung terjadinya pelemahan (koreksi).
Trend Strength : Bullish (STRONG), kemarin : 100 %, hari ini : 100 % (Terjadinya stabilitas presentase tren naik)
Strategy:
Beli 3117 , stop di 3092 dengan target 3031 ( untuk target bulanan di 3181)
Sell Break 3092 , stop di 3117 dengan target 3056
Suport : S3 : 3061.93, S2 : 3073.46, S1 : 3095.59
Pivot : 3107.12
Resistance : R1 : 3129.25, R2 : 3140.78, R3 : 3162.91
Rekomendasi
BUMI
Moving average yang bergerak downtrend menunjukkan bahwa secara keseluruhan BUMI masih bearish. Namun begitu, sinyal rebound mulai terlihat ketika harga tertahan pada level support-nya 1270 disertai dengan pembentukan pola bullish engulfing pada candlestick. Selain itu, indikator stochastic yang golden cross, serta RSI yang mulai berpotensi uptrend meski masih negative juga mendukung rebound tersebut. Kami melihat adanya potensi rebound untuk kembali meraih resistance-nya di 1630. Pullback selling bisa terjadi jika resistance tersebut gagal ditembus, dan harga akan kembali terkoreksi kembali menuju support-nya di 1270. Break di bawah level support tersebut, akan membawa potensi turunnya harga menuju area 870 – 850. Sebaliknya, jika resistance mampu ditembus, rebound bisa berlanjut hingga area 1960.
Rekomendasi : Sell on strength at 1630
Support : 1390, 1270
Resistance : 1540, 1630
ADHI
Moving average 55 dan 200 masih uptrend, menunjukkan potensi uptrend untuk jangka menegah. Sedangkan jangka pendek harga sepertinya masih akan mengalami tekanan, terlihat dari MA 10 yang masih downtrend. Indikator RSI masih positif, sementara stochastic terlihat extend bearish. Kami melihat bahwa jika harga gagal menembus resistance-nya di 660, ADHI berpotensi melanjutkan penurunannya menuju support-nya di 620. Break di bawah level support tersebut, akan membawa potensi koreksi yang lebih jauh menuju area 550. Sebaliknya jika terjadi terjadi breakout pada resistance, maka harga bisa bergerak naik untuk menguji resistance kuatnya di 690. Penembusan harga di atas resistance, akan membawa peluang kenaikan menuju target Fibonacci extension 161.8% di 770.
Rekomendasi : Hold, stop loss breakout 620, target 690.
Support : 620, 550
Resistance : 660, 690
Stock Screener
Ket : B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Dow koreksi, IHSG makin tertekan
- IHSG uji resisten 4.025-4.038
- IHSG berfluktuasi, profit taking mengancam
- IHSG tembus 3.960, target berikutnya 3.992-4.025
- IHSG flat naik di kisaran 3.890-3.960
- IHSG rebound, uji resisten 3.950
- IHSG terseret signal negatif DJI
- Regional tidak bertenaga, IHSG kembali meredup
- IHSG terbantukan hijaunya Asia
- Koreksi IHSG berlanjut?
- IHSG Terus Cetak Level Tertinggi Tahun Ini
- Faktor Eksternal & Internal Bawa IHSG Terus Melaju
- IHSG Coba Level Tertinggi Tahun Ini
- IHSG Menguat Terbatas, Eropa Masih Jadi Fokus
- Downgrade 9 negara zona euro, IHSG lesu



