Laju IHSG masih rentan, BI rate jadi fokus

Tanggal September 03, 2010 / 9:11 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Di tengah membaiknya bursa global, IHSG seharusnya berpeluang untuk  rebound. Namun, tidak menutup kemungkinan koreksi lanjutan, menjelang libur panjang.
Wall Street melanjutkan penguatannya berkat data perumahan dan klaim pengangguran yang lebih baik dari prediksi. Kedua data itu juga disambut baik oleh pelaku di bursa Asia.  Kedua data itu mengurangi kecemasan akan perlambatan ekonomi dunia.
Namun, ada kemungkinan laju bursa regional akan terhambat, karena pasar mengantisipasi data ketenagakerjaan AS yang akan diumumkan malam nanti. 
Selain itu,  tetap perlu diwaspadai aksi ambil untung lanjutan. Salah satu faktornya adalah kebutuhan akan dana segar menjelang libur Idul Fitri. Selain itu, sepertinya akan banyak pelaku pasar yang mengurangi posisi menjelang libur itu.
Oleh karena itu, IHSG diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Dari dalam negeri, pasar akan mencermati keputusan suku bunga BI. Sepertinya BI tidak akan mengubah rate-nya di 6,50%.
Sementara itu, saham Asia masih bergerak positif hari ini, melanjutkan penguatan kemarin. Namun, lajunya kemungkinan akan terhambat, bahkan terkikis, menjelang data ketenagakerjaan AS.
Wall Street mencatat kenaikan lagi, di mana indeks Dow Jones menguat 50 poin, berkat data perumahan dan klaim pengangguran yang lebih baik dari prediksi. Pending home sales naik 5,2% di Juli, setelah diprediksikan turun 1,0%. Initial jobless claims turun sebesar 6000 menjadi 472.000 minggu lalu.
Data ini juga mengangkat bursa regional. Namun, laju indeks mulai tersendat karena pelaku pasar mengantisipasi data payroll AS. Data ini akan menjadi penentu sentimen pasar selanjutnya. Nonfarm payroll, atau lapangan kerja di luar sektor pertanian, diperkirakan berkurang sebanyak 105.000 di Agustus, yang membuat tingkat pengangguran naik ke 9,6% dari 9,5%.
Data yang lebih buruk dari prediksi, yang mencerminkan semakin buruknya kondisi lapangan kerja, bisa menekan Wall Street. Data lainnya adalah indeks ISM sektor jasa AS, yang diperkirakan naik ke 53,5 di Agustus dari 54,3 bulan sebelumnya.
Data yang lebih baik dari prediksi bisa mengurangi kejatuhan pasar yang disebabkan oleh data payroll yang buruk.

Review
Dalam perdagangan kemarin, IHSG berhasil mencatat rebound signifikan, seiring membaiknya sentimen global. Data manufaktur China dan PDB Australia mendorong aksi bargain hunting di bursa saham Asia.
Di awal perdagangan, IHSG sempat terseret ke zona merah. Namun, berhasil balik arah dan berhasil naik 11 poin di akhir sesi I. Di sesi selanjutnya, laju IHSG semakin kencang menyusul data inflasi yang lebih rendah dari prediksi. Penguatan saham Eropa memberi dorongan ekstra. 
IHSG ditutup menguat 53,432 poin, atau 1,73%, di 3.134,316. Sedangkan indeks LQ45 naik 12,069 poin, atau 2,07%, ke 593,383. Sebanyak 142 saham menguat, 65 saham melemah dan 80 saham flat.  Secara sektoral, semua mencatat hasil positif, dipimpin aneka industri, yang naik 3,79%.
Volume perdagangan mencapai 5,245 miliar lembar saham dengan nilai Rp 4,754 triliun. Investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) sebesar Rp. 122,120 miliar.
 
Ulasan Teknikal
IHSG


Dengan harga penutupan di 3122 IHSG kembali ke dalam  range trading yg kami estimasikan ( 3146 - 3079) dan pergerakan sideways pada beberapa hari kebelakng ini mengindikasikan  pada pencarian arah, apakah akan melanjutkan TREN NAIK SKALA KUATNYA ataukah akan dimulainya koreksi, semuanya masih bergantung pada level kritikal tersebut. Jika mampu menembus dan ditutup diatas 3146 maka target baru kami tempatkan di 3174 - 3200, namun bila 3079 di tembus dan ditutup dibawahnya target koreksi kami tempatkan di 3020. 

Trend Strength : Bullish (STRONG), kemarin : 100 %, hari ini : 100 % (Terjadinya stabilitas presentase tren naik )
 
Strategy:

Buy 3122, stop di bawah 3114 dengan target 3174, target berikutnya 3200
Sell break 3114, stop di atas 3129 dengan target 3079, target berikutnya 3020 

Support S3 : 3045.73, S2 : 3075.83, S1 : 3099.18
Pivot : 3129.28
Resistance : R1 : 3152.63, R2 : 3182.73, R3 : 3206.08

Rekomendasi
INDY


Moving average 55 dan 200 masih memberikan potensi uptrend jangka menengah bagi INDY. Namun untuk jangka pendek, terlihat MA 10 sudah downtrend, menunjukan bahwa tren jangka pendek INDY mulai bergerak bearish. Selain itu, indikator RSI juga masih berada di area negatitif. Sementara stochastic mulai memasuki kondisi oversold. Saat ini harga tertahan di area support Fibonacci retracement 61.8%, namun kami masih melihat adanya potensi penurunan INDY untuk menguji support selanjutnya di 3050, sehingga akan membentuk pola double bottom. Jika support tersebut mampu dipertahankan INDY masih mempunyai peluang rebound untuk kembali menuju area 3475 – 3550 (target double bottom), dengan level konfirmasi sebelum target tersebut dicapai berada di larea 3300 (garis resistance). Sebaliknya, penembusan harga di bawah support 3050 akan memberikan bearish reversal bagi untuk menguji target bearish di area 2750 (Fibonacci extension 161.8%) hingga area 2600. Rekomendasi : Buy on support 3050, stop loss, 3000, target 3300. Atau buy break 3300, stop loss 3250, target 3450 – 3550. Support   : 3150, 3050. Resistance : 3300, 3450.

INDF

Setelah berhasil menyelesaikan target channel-nya dengan menempatkan resistance baru di 4850 (high 30 Agustus), INDF terus mengalami koreksi. Indikator RSI sudah memperlihatkan pola bearish divergence, sementara stochastic terlihat dead cross. Namun begitu, penurunan yang terjadi dalam 3 hari terakhir ini masih belum merubah trend bullish INDF. Hal ini terlihat dengan masih bertahannya harga di bawah di atas MA serta support Fibonacci retracement 50% di 4475. Jika support tersebut mampu dipertahankan, INDF masih mempunyai peluang rebound untuk kembali menguji resistance di 4675 - 4850. Sebaliknya jika harga ditutup di bawah support tersebut, koreksi akan berlanjut, sekaligus merubah tren jangka pendek menjadi bearish, dengan target di area 4175 (Support channel). Rekomendasi : Buy, stop loss 4350, target 4675 - 4850. Support : 4375, 4175. Resistance : 4675, 4850.

Rekomendasi


Ket : B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account