Laju bursa Asia terhenti
Jakarta, Strategydesk - Mengakhiri perdagangan pekan ini, bursa utama Asia kemungkinan akan mengalami koreksi, di tengah pelemahan bursa Wall Street. Wall Street melemah karena mencuatnya kecemasan mengenai ekonomi AS. Selain itu, jelang diumumkannya rilisan data ekonomi PDB AS, dapat dimanfaatkan untuk melakukan aksi ambil untung. Namun, kejatuhan bursa ASia dapat dibatasi berkat laporan keuangan beberapa emiten yang memuaskan.
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei terkoreksi kemarin, setelah menembus level tertinggi dalam dua minggu terakhir di sesi sebelumnya. Koreksi ini terjadi karena aksi ambil untung menyusul data ekonomi AS yang mengecewakan dan laporan ekonomi the Fed yang menegaskan perlambatan ekonomi. Namun kejatuhan berhasil diredam oleh sentimen positif mengenai kinerja keuangan korporat. Indeks Nikkei .N225 ditutup melemah 57,25 poin, atau 0,59%, ke 9.696,02.
Setelah mencatat kenaikan signifikan perdagangan sebelumnya, indeks Nikkei diperkirakan akan melanjutkan koreksi hari ini. Aksi profit taking jadi alasan investor setelah indeks mencetak level tertingginya dalam 2 pekan terakhir. Selain itu, menguatnya yen terhadap dollar, berdampak pada buruknya kinerja saham ekspor.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Sementara itu kemarin, indeks Kospi tergelincir menyusul kejatuhan saham teknologi, yang tertekan oleh data ekonomi AS. Selain itu, Hyundai Motor jatuh sesudah memperingatkan bahwa penjualan pada semester keduanya akan anjlok. Indeks Kospi .KS11 berakhir dengan penurunan sebesar 0,15 % atay 2,59 poin pada 1.770,88 poin.
Indeks Kospi terancam bergerak di zona merah kali ini, dipimpin saham teknologi seperti LG Electronics, setelah saham sejenis di AS memangkas ekspektasi perolehan labanya. Saham Samsung Electronics diperkirakan jadi fokus jelang diumumkannya laporan keuangan hari ini. Baiknya earning Samsung kemungkinan dapat meredam kejatuhan indeks.
Hang Seng Futures Kontrak Juli (HSIN0)
Indeks Hang Seng berakhir flat kemarin, dalam perdagangan yang sebenarnya cukup fluktuatif. Dengan hasil ini, indeks tersebut mencatat kenaikan untuk kedelapan sesi berturut-turut. Hasil ini menyusul laporan ekonomi the Fed dan data ekonomi AS yang meningkatkan kecemasan akan prospek ekonomi terbesar dunia itu. Indeks Hang Seng .HSI ditutup menguat 2,64 poin, atau 0,01%, di 21.093,82.
Jatuhnya Wall Street yang menekan bursa regional diperkirakan akan berdampak pada indeks Hang Seng, yang kini dibayangi aksi ambil untung pasca rally dalam perdagangan sebelumnya. Koreksi Hang Seng tidak lepas dari sinyal pelemahan ekonomi AS dan antisipasi pelaku pasar jelang data PDB serta sentimen Michigan AS.
Rekomendasi
NIKKEI
KOSPI
HANG SENG
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Krisis Eropa kembali menggelayuti regional
- Regional rally berkat data AS
- Wall Street flat, regional menanti payroll
- Data manufaktur angkat regional
- Data AS mengecewakan, regional tertekan
- Wall Street koreksi tipis, regional range terbatas
- Dow koreksi, regional fokus pertemuan Uni Eropa
- Data AS giring koreksi bursa Asia
- Pasca FOMC, bursa Asia masih positif
- Apple Hijaukan Regional
- Fokus Menkeu Eropa, Nikkei menguat
- Laju Nikkei tertahan
- Sentimen Positf Eropa & AS, bursa Asia melaju
- IMF, Goldman Sach Hijaukan Asia
- Penguatan Asia Mulai Terbatasi



