Krisis utang menyebar ke negara kaya?
Jakarta, Strategydesk - Krisis utang yang mengguncang negara zona euro lemah mulai menyerang Italia dan mendalam di Spanyol, memicu aksi jual di pasar keuangan dunia.
Gejolak pasar kemarin datang setelah Partai Sosialis Spanyol menderita kekalahan di pemilu, penurunan peringkat kredit Yunani dan outlook Italia, ditambah dengan data yang memperlihatkan pertumbuhan di zona euro melambat.
Serangkaian berita buruk menjatuhkan euro terhadap mata uang dunia. Komoditas pun terkena imbasnya, dimana minyak turun sekitar $3. Yield obligasi negara penerima bailout melonjak di saat Yunani, yang diperkirakan pasar sulit menghindari restrukturisasi utang, mencanangkan paket pengetatan anggaran kelima kalinya sejak menerima bailout 110 miliar euro tahun lalu.
Fitch Ratings menurunkan peringkat kredit Yunani menjadi B+, atau junk, dari BB+ karena semakin buruknya kondisi keuangan. Lembaga pemeringkat lainnya, Standard & Poor’s mengumumkan peringkat kredit Italia terancam turun. Pertumbuhan ekonomi Italia yang lesu, hanya 0,1% di kuartal pertama, dan gejolak politik menjadi alasan S&P menempatkan outlook Italia ke negatif.
Semalam, Fitch Ratings menambah keresahan pasar dengan menurunkan outlook kredit Belgia ke negatif dari stabil karena gejolak politik antara kubu utara, yang berbahasa Belanda dan selatan, yang berbahasa Perancis. Fitch ragu negara itu bisa memperbaiki keuangannya di tengah absennya resolusi dalam krisis konstitusionalnya, yang bisa memecah negara itu.
Kekalahan Partai Sosialis dalam pemilu legislatif Spanyol, menambah krisis utang Eropa belum berakhir. Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero mengatakan kemenangan Partai Populer karena ketidakpuasan publik. Krisis ekonomi membuat tingkat pengangguran melonjak ke 21%, tertinggi di Eropa.
Para analis dan ekonom mengatakan hasil itu memperberat upaya Zapatero dalam mengurangi defisit anggaran melalui reformasi ekonomi. Ekonom Citigroup mengatakan kekalahan Partai Sosialis menambah keraguannya target pengurangan defisit Spanyol dapat tercapai.
Di 2010, defisit anggaran Spanyol sekitar 9,2% PDB, dua kali lipat Italia dan tidak jauh dari Yunani. Deutsche Bank memperkirakan defisit Spanyol akan turun ke 6,5% tahun ini, tapi mengatakan perilaku fiskal pemerintah akan berdampak besar terhadap keberhasilan konsolidasi anggaran yang sedang dilaksanakannya.
Kemarin, yield obligasi Spanyol bertenor 10 tahun naik ke 5,56%, tertinggi sejak September 2010. Ini merupakan efek dari kekalahan Partai Sosialis dan ketidakpastian prospek fiskal.
Sedangkan yield obligasi Italia untuk tenor sama hanya naik 4 bps ke 4,81%. Meski menempatkan outlook kredit Italia di negatif, S&P memperkirakan Italia tidak akan sampai meminta bailout dari Uni Eropa dan IMF.
Ekonom ternama AS Paul Krugman juga mengatakan hal senada. Menurutnya, risiko penyebaran krisis utang ke Italia masih terbatas. Krugman memandang utang Italia besar, tapi tidak defisitnya, yang diperkirakan turun ke 4% PDB pada 2011 dan 3,2% tahun depan.
Ada kecemasan Spanyol dan Italia akan bernasib sama seperti Yunani, Irlandia dan Portugal, yaitu minta bailout. Namun karena Spanyol dan Italia tergolong ekonomi besar, bantuan finansial untuk keduanya akan menyedot dana talangan dan membuat keuangan Uni Eropa jebol. Meminjam istilah ekonom Nouriel Roubini, kedua negara itu too big to fail tapi juga too big to be saved.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



