Krisis utang Eropa yang belum juga tuntas
Jakarta, Strategydesk - Hampir setahun Yunani mendapat bantuan finansial, atau bailout, dari Uni Eropa dan IMF. Namun, bantuan itu ternyata belum mampu menyelesaikan persoalan. Kini, Portugal sedang mengajukan bantuan yang sama, namun sulit karena ada ancaman veto dari Finlandia. Hal ini memperlihatkan bahwa hingga hampir pertengahan tahun ini, krisis utang Eropa ternyata belum juga tuntas.
Pasar semakin cemas Yunani harus melaksanakan restrukturisasi utang. Bahkan spekulasi beredar negara itu sudah mengajukannya ke Uni Eropa dan IMF. Meski pemerintah Yunani membantahnya, restrukturisasi sepertinya semakin sulit dihindari. Banyak kalangan melihat itu hanya masalah waktu.
Ancaman restrukturisasi ini sebenarnya tidaklah mengejutkan. Nouriel Roubini, ekonom kawakan AS yang pernah memprediksikan krisis finansial, mengatakan restrukturisasi utang Yunani tinggal tunggu waktu, dan Spanyol akan mengikuti Irlandia dan Portugal meminta bailout.
Hal yang meresahkan adalah ancaman keruntuhan atau kegagalan jaringan pengaman, atau Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF), yang dibentuk agar krisis tidak menyebar. Irlandia telah meminta bailout, sedangkan Portugal sedang mengajukannya. Kedua negara itupun ditakutkan juga harus merestrukturisasi utangnya.
Pengajuan Portugal pun terancam sulit karena partai True Finns, kubu anti euro yang kini berkuasa di Finlandia, menegaskan akan memveto bantuan finansial untuk Portugal.
Yield obligasi Irlandia dan Portugal terus menanjak. Bahkan yield surat utang Yunani bertenor dua tahun mencapai 20%, tertinggi sejak euro diluncurkan. Belum lagi biaya untuk menjamin utang, atau credit default swap, yang otomatis ikut meroket.
Moody’s Investor Service, setelah menurunkan peringkat kredit Irlandia, kemarin menurunkan rating sektor perbankan negara itu. Moody’s men-downgrade obligasi bank Irlandia ke status junk.
Pasar juga khawatir Spanyol akhirnya akan menyusul Yunani, Irlandia dan Portugal. Roubini menyebut Spanyol tidak hanya “too big to fail” tapi juga “too big to be saved”. Menurutnya, ada ancaman penyebaran ke Spanyol dan itu akan negatif bagi pasar keuangan dan ekonomi global.
Bila Spanyol terkena masalah utang, ancaman penyebaran semakin besar dan korban potensial selanjutnya adalah Italia. Dengan ini, prioritas utama Eropa adalah menemukan solusi yang membantu semua, dan itu hampir pasti terkait restrukturisasi. Bila itu dilakukan, Spanyol berpeluang terhindar dari masalah. Hingga saat ini, Spanyol belum terjerat masalah likuiditas seperti ketiga negara lainnya. Spanyol tetap aman bila kepercayaan pasar tidak jatuh.
Namun, masalah tambahan bisa datang dari kenaikan suku bunga ECB. Para pejabatnya terus memberi sinyal akan kemungkinan kenaikan rate untuk meredam inflasi. Salah satu pejabatnya, Lorenzo Bini Smaghi kemudian membantah arguman banyak ekonomi bahwa menaikkan suku bunga bisa memperburuk situasi di negara peminta bailout seperti Yunani, Irlandia dan Portugal. “Bila kami memutuskan kebijakan moneter atas dasar apa yang terjadi di dua atau tiga negara yang merepresentasikan PDB kurang dari 10% dan mengabaikan lainnya, kita membuat kesalahan,” katanya.
Menurut proyeksi IMF, ekonomi Yunani akan kontraksi 3% tahun ini dan Portugal akan kontraksi 1,5%. Sedangkan ekonomi Irlandia dan Spanyol akan lesu, hanya tumbuh 0,5% dan 0,8%. Tingkat pengangguran di Yunani dan Portugal diperkirakan naik tahun ini dan depan. Hal ini akan mempersulit program pengetatan anggaran, yang disyaratkan untuk mendapat bailout. Suatu hal yang logis bila muncul pertanyaaan apakah negara seperti Yunani, Irlandia dan Portugal mampu menghadapi kenaikan suku bunga.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Pemilu Yunani & euro
- Jadwal Earnings Jepang 30 Januari - 10 Februari 2012
- Jadwal Libur Pasar Keuangan AS, Asia 2012
- ECB terseret polemik krisis
- Bayang-bayang Lehman Brothers hantui politisi & bankir Eropa
- Negara pengutang terbesar di dunia
- Yunani sebaiknya keluar dari euro?
- Krisis utang Eropa yang belum juga tuntas
- Even penting minggu ini: RBA, BOJ, BOE & ECB
- Kaleidoskop 2010: Krisis utang Eropa
- Dapatkah QE 2 pulihkan ekonomi AS?
- The Fed bersiap luncurkan stimulus (lagi)?
- Akankah Jepang intervensi yen?
- Prospek ekonomi Eropa lebih baik dari AS?
- Pasar sambut earnings season



