Krisis utang, ECB mungkin ubah sikap
Jakarta, Strategydesk - ECB kemungkinan akan memberi sinyal akan menghentikan siklus pengetatannya dalam rapat reguler Kamis nanti karena krisis utang menghambat pertumbuhan zona euro, menurut para ekonom.
Menyusul dua kenaikan kontroversial di April dan Juli, beberapa pengamat bahkan memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, karena perlambatan ekonomi Jerman dan Perancis. Dengan risiko inflasi berpotensi menurun, kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan berkurang dan membuka peluang pemangkasan
Pasar akan mencermati kemungkinan ECB mengumumkan revisi turun proyeksi inflasi dan pertumbuhan, dalam konferensi pers pasca rapat regulernya Kamis nanti. Inilah yang membuka pintu pemangkasan rate.
Tapi masih ada analis yang memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunganya sampai waktu yang belum ditentukan, demi menjaga konsistensi dan reputasi. Menurut mereka, kecuali prospek pertumbuhan dan inflasi menurun signifikan, tidak ada alasan bagi ECB untuk mengubah kebijakan dan mengembalikan rate kembali ke 1%.
Presiden ECB Jean-Claude Trichet juga akan menghadapi pertanyaan sulit soal pembelian obligasi Italia dan Spanyol. Langkah ini mendapat kritikan baik dari dalam maupun luar ECB. Presiden Jerman Christian Wulff mengatakan pembelian obligasi itu berisiko dan membuat negara bersangkutan menghindari kewajiban untuk memperketat anggaran.
Sadar ada kritikan, Trichet mendesak adanya mandate agar pembelian obligasi dilakukan melalui dana talangan atau European Financial stability Facility (EFSF). Trichet kemungkinan akan memberi sinyal pihaknya enggan melanjutkan pembelian obligasi Italia dan Spanyol.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



