Krisis Eropa memburuk, emas makin ambruk

Tanggal December 15, 2011 / 2:51 pm. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk - Harga emas kembali tumbang pada perdagangan hari ini di Asia. Memburuknya krisis utang di kawasan Eropa semakin mengangkat pamor dollar. Trend emas pun kini terancam untuk masuk dalam fase bearish.
Indeks dollar naik menuju level tertinggi 11 bulannya seiring dengan memburuknya krisis utang tersebut. Sementara emas telah jatuh sebesar 8% dalam tiga hari terakhir.
Krisis yang sudah berlangsung selama dua tahun, telah membuat panic selling terhadap mata uang euro Mata uang tunggal Eropa ini anjlok karena kenaikan yield Italia dan investor semakin ragu akan prospek integrasi fiskal. Italia dan Jerman berhasil mengumpulkan dana mendekati target dalam lelang obligasi kemarin, tapi dengan harus memberi imbalan yang lebih tinggi.
Italia berhasil menjual 3 miliar euro obligasi, namun dengan yield sebesar 6,47%. Kenaikan yield ini menjadin indikasi investor masih belum yakin dengan langkah yang diambil Italia dalam hal ini PM-nya Mario Monti. Kenaikan yield Italia menunjukkan optimisme pasar sudah pudar hanya beberapa hari setelah pertemuan krusial.
Sementara dari kajian teknikal, terlihat bahwa saat ini emas telah menmbus level psikologi di $1.600, dan berhasil di tutup di bawah support $1.582.75. pola long black candlestick masih menunjukkan kekuatan seller. Indikator stochastic terlihat sudah mulai oversold, namun RSI yang kemarin terlihat divergence, justru saat ini terlihat downtrend. Harga emas kini masih tertahan di area support $1.540.75. Jika ditembusm maka penurunan selanjutnya akan fokus menuju area $1.532 - $1.500. Sedangkan potensi rebound bisa terjadi pada kisaran $1.593.75 - $1.610.

Rekomendasi

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account