Krisis Eropa ancaman terbesar ekonomi global
Jakarta, Strategydesk - Krisis utang Eropa menjadi ancaman terbesar bagi ekonomi global dan zona euro semakin terancam bubar, menurut Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), dalam proyeksi ekonomi terbarunya.
OECD khawatir akan keselamatan kesatuan moneter Eropa dan efek gejolaknya terhadap pertumbuhan global. Dalam laporan ekonomi per semesternya, OECD memproyeksikan negara yang tergabung dalam lembaga itu akan tumbuh 1,9% tahun ini dan 1,6% tahun depan. Angka itu lebih rendah dari 2,3% dan 2,8% yang diproyeksikan pada Mei.
Dalam laporan itu juga disebutkan pertumbuhan dunia diperkirakan akan melambat ke 3,4% tahun depan dari 3,8% tahun ini. Angka itu turun tajam dari proyeksi sebelumnya pada Mei ketika OECD memperkirakan ekonomi global akan tumbuh 4,2% di 2011 dan 4,6% di 2012. OECD menyebutkan meski pertumbuhan solid di emerging markets akan memberi dorongan besar, menyusutnya perdagangan internasional akan menggerus output China.
“Zona euro telah memasuki resesi ringan tapi bisa memburuk kecuali para pemimpin mengambil langkah tegas,” katanya sembari mengimbau ECB untuk lebih berperan aktif mengatasi krisis. “Semakin besar skeptisme bahwa para pemimpin zona euro bisa mengatasi tantangan yang mereka hadapi,” kata Chief Economist OECD, Pier Carlo Padoan, sembari mengumumkan laporan itu.
“Di tengah absennya tindakan dari para pemimpin zona euro, ECB sendiri punya kekuatan untuk mengendalikan krisis. Tapi di AS, the Fed sudah tidak punya banyak amunisi,” jelasnya. Menurut OECD, skenario terburuk dari di zona euro dan kegagalan Kongres AS menyepakati rencana pemotongan anggaran akan menjerumuskan ekonomi dunia ke dalam kehancuran.
“Waktu semakin tipis dan setiap kali kita kehilangan kesempatan untuk mengambil tindakan, biaya untuk mendapatkan hasil positif semakin besar,” katanya. Padoan mengatakan absennya langkah kredibel dari para pemimpin memukul kepercayaan konsumen dan bisnis serta memperburuk gejolak di pasar keuangan.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



