IHSG terancam koreksi
Jakarta, Strategydesk - Dalam perdagangan hari ini, IHSG kemungkinan akan mengalami koreksi, di tengah pelemahan bursa global. Wall Street melemah karena mencuatnya kecemasan mengenai ekonomi AS, disebabkan oleh laporan ekonomi The Fed yang tertuang dalam Beige Book. Ditambah dengan data durable goods orders yang mengecewakan.
Kejatuhan Wall Street dan buruknya data ini berimbas ke pergerakan bursa saham di Asia. Kondisi ini dimanfaatkan untuk melakukan aksi ambil untung. Namun, kejatuhan bursa regional masih tipis. Kemarin, bursa regional meraih hasil yang baik berkat laporan keuangan beberapa emiten yang memuaskan. Kinerja keuangan sepertinya masih menjadi support.
IHSG pun sepertinya tidak akan luput dari serangan profit taking. Apalagi indeks sudah mengalami kenaikan yang cukup mengesankan dalam beberapa sesi terakhir. Namun, kinerja keuangan emiten yang sejauh ini sebagian besar cukup baik, dapat menjadi penopang. Oleh karena itu, IHSG kemungkinan akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah.
Pergerakan bursa Eropa juga berperan, dimana kenaikannya akan menambah daya dorong di Asia. Namun, kejatuhannya, berpotensi menekan Asia.
Beberapa emiten yang akan mengumumkan laporan keuangannya di antaranya PT. Bank Central Asia (BBCA), dan PT. Unilever Indonesia (UNVR).
Sementara itu, saham Asia turun untuk pertama kalinya dalam 5 hari terakhir menyusul kejatuhan Wall Street karena laporan ekonomi the Fed dan data durable goods orders yang buruk. Indeks Asia Pasifik MSCI turun 0,2% ke 119,24 pada jam 7:47 WIB.
Dalam Beige Book, the Fed mengatakan pertumbuhan ekonomi di beberapa kawasan melambat dalam dua bulan terakhir. Hal ini menegaskan pandangan the Fed bahwa tingkat pemulihan ekonomi melambat.
Laporan ini menambah sentimen pasar yang sudah negatif karen data durable goods orders yang menunjukan penurunan 1% di bulan lalu. Pasar memperkirakan order naik 1% di bulan tersebut. Data ini menjadi bukti tambahan perlambatan ekonomi AS.
Indeks Nikkei saat ini terkoreksi 47 poin, tertekan aksi ambil untung. Namun, pasar tidak jatuh terlalu tajam karena sentimen pada dasarnya masih terbantu oleh kinerja keuangan korporat yang solid. Pasar juga mendapat dorongan dari China, di mana bank sentralnya mengindikasikan tidak akan ada perubahan kebijakan dalam waktu dekat.
Bursa saham Asia punya peluang untuk balik arah bila sentimen pasar lebih tertuju ke faktor regional dari pada ke AS. Peluang tersebut semakin besar bila saham Eropa mampu bergerak positif.
Review
IHSG masih mampu berlabuh di zona positif kemarin, dan berhasil mencetak level penutupan tertinggi baru. Hasil ini tidak lepas dari peran bursa regional, yang melaju meski Wall Street lesu dan data ekonomi AS mengecewakan.
Bursa saham Asia menggapai hasil positif berkat laporan keuangan korporat dan berita mengenai perubahan aturan perbankan yang dinilai baik. Komite Basel, yang mengatur standar perbankan internasional, memperlonggar aturan modal dan likuiditas. Komite itu mengumumkan aktiva pajak tangguhan (deffered tax assets) dan saham minoritas dalam perusahaan keuangan bisa dihitung sebagai modal.
Penguatan bursa Eropa memberi dorongan ekstra ke IHSG. Selain karena faktor eksternal, IHSG juga melaju berkat laporan keuangan emiten yang cukup memuaskan. Namun, laju relatif terbatas karena penguatan yang sudah terlalu tajam.
IHSG ditutup menguat 15,797 poin, atau 0,52%, di 3.057,475. Ini merupakan level penutupan tertinggi baru. Sebelumnya rekor di 3.042,02. Sedangkan indeks LQ-45 naik 0,829 poin, atau, 0,14%, ke 588,638.Sebanyak 128 saham menguat, 77 saham melemah dan 71 saham flat.
Secara sektoral, hanya dua yang mencatat hasil negatif, yaitu perkebunan, yang turun 1,44%, dan konsumen, yang turun 0,06%. Volume perdagangan mencapai 5.019,6 juta lembar saham dengan nilai Rp 3,953 triliun.
Ulasan Teknikal
IHSG 
Masih seperti cara pandang kemarin, Indikasi konsolidasi untuk IHSG sepertinya mulai terbentuk kembali pada beberapa hari mendatang, diperkirakan selama tidak mampu menembus serta di tutup diatas 3062 dan selama tidak melewati serta ditutup dibawah 3005. Secara keseluruhan Indikator Ichimoku menyarankan posisi beli (NAIK) dengan tren naik skala medium, namun dua elemen ichimoku yaitu tenkan sen (Biru ) dan kijun sen (Merah) (Lihat Chart) mulai membentuk aspek flat yang artinya indikasi konsolidasi mulai terbentuk. Satu hal yang perlu menjadi kehati hatian kita di informasikan oleh Oscillator Stochastic sudah memasuki area jenuh beli dan cenderung membentuk dead Dead Cross ( turun). Dari informasi diatas kami melihat fase akumulasi mulai terbentuk.
Trend : Bullish (MEDIUM)
Strategy:
Wait and see
Support : S3 : 3021.22, S2 : 3044.43, S1 : 3044.43
Pivot : 3054.60
Resistance : R1 : 3067.64, R2 : 3077.81, R3 : 3090.85
Rekomendasi
ASGR
Moving average yang bergerak di bawah harga menunjukkan bahwa tren ASGR mulai bergerak bullish. Pola bullish ASGR terkonfirmasi ketika terjadi breakout pada garis resistance-nya di 415, yang disertai dengan terbentuknya pola white opening marubozu dengan volume yang meningkat. Pola tersebut mengindikasi bullish continuation bagi ASGR. Indikator lainnya yang mendukung pola bullish tersebut juga didapat dari stochastic dan RSI yang masih positif. Untuk pergerakan selanjutnya, kami melihat adanya potensi kenaikan bagi ASGR untuk meraih target bullish jangka pendek di area 450, yang sekaligus menjadi resistance kuatnya. Penembusan atas resistance tersebut bisa membawa potensi kenaikan yang lebih jauh menuju area 475 – 495. Sementara ruang koreksi kemungkinan akan terjadi pada kisaran support-nya di area 415 – 405. Rekomendasi : Buy on support 415, stop loss breakout 405, target 450. Support : 415, 405. Resistance : 430, 450.
MASA
Terbentuknya garis congestion menunjukkan bahwa tren MASA masih mengalami konsolidasi di area support kuat-nya di 235, serta resistance di 255. Namun begitu, sinyal bullish mulai terlihat, dimana indikator RSI dan Movine average mulai bergerak uptrend, serta stochastic yang berpotensi golden cross. Sementara itu, pola white opening marubozu yang disertai dengan besarnya volume bisa menjadi indikasi bullish continuation. Konfirmasi bullish selanjutnya akan didapat jika terjadi breakout pada garis resistance di 255. Jika itu terjadi maka penguatan MASA bisa berlanjut untuk meraih target congestion-nya di area 275. Rekomendasi : Buy break 255, stop loss breakout 245, target 275
Support : 245, 235. Resistance : 255, 275.
Stock Screener
Ket : B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- IHSG lesu, jelang libur panjang
- IHSG rawan profit taking
- Laju IHSG masih rentan, BI rate jadi fokus
- IHSG berpeluang lanjutkan kenaikannya
- IHSG konsolidasi, data inflasi dinanti
- Profit taking masih melanda IHSG
- Positifnya bursa global, pulihkan IHSG
- Minimnya katalis, IHSG konsolidasi
- Aksi switching dapat topang IHSG
- IHSG lanjutkan koreksinya
- IHSG menguat terbatas, ditengah tertekannya bursa Asia
- Laju IHSG tak terbendung, meski rawan koreksi
- Ancaman koreksi bayangi IHSG
- Faktor eksternal dan internal dukung laju IHSG
- IHSG masih berfluktuasi



