Koreksi IHSG berlanjut?
Jakarta, Strategydesk - Indeks Dow Jones Industrial (DJI) relatif tidak bergerak banyak dalam 2 hari perdagangan terakhir. Bursa di kawasan Asia juga kebanyakan masih libur Imlek.
IHSG diperkirakan hanya bergerak bervariasi pada kisaran 3975-4025. Ditengah IHSG yang bergerak di kisaran sempit, pelaku pasar sebaiknya mewaspadai kelanjutan dari aksi profit taking yang sudah terlihat mulai hari Kamis kemarin. Jika profit taking ini berlanjut dan suport IHSG di 3975 gagal bertahan, waspadai kemungkinan koreksi jangka pendek pada IHSG dengan arah hingga kisaran 3625-3875.
Global Outlook
Sentimen pasar bisa memulai perdagangan minggu ini dengan tema negatif karena kecemasan investor yang muncul setelah Athena dan kreditor gagal mencapai kesepakatan soal restrukturisasi, yang vital untuk menghindari default berantakan. Kendati pasar masih menantikan pertemuan Menteri Keuangan Eropa di Brussels untuk membahas persyaratan restrukturisasi apa yang mereka siap terima sebagai bagian paket bailout kedua
Belum adanya kepastian soal hasil pembicaraan mengenai restrukturisasi utang Yunani, dan ini menjadi faktor yang dapat menekan sentimen. Negosiasi di akhir pekan lalu ternyata berakhir tanpa kesepakatan, menambah ketidakpastian dan membuat Yunani semakin di ujung tanduk. Para pejabat Yunani dan Institute International Finance, lembaga yang mewakili kreditor Yunani, bertemu Sabtu lalu tapi pulang tangan hampa.
Kegagalan ini mencerminkan rumitnya wacana restrukturisasi ini, yang melibatkan pemangkasan utang sekitar 100 miliar euro dari 350 miliar euro utang Yunani. Salah satu hambatan adalah ketidakkonsistenan para penyelamat Yunani, termasuk Jerman dan IMF. Sebenarnya, Yunani dan kreditor hampir mencapai kesepakatan Jumat lalu mengenai bunga untuk obligasi baru, yaitu 4%. Tapi Jerman dan IMF keberatan, mereka tidak mau melebihi 3,5%.
Aktivitas perdagangan berkurang karena liburnya pasar China, Hong Kong, Singapura dan Korsel. Ditambah lagi bursa saham di AS yang berakhir flat pasca penguatan yang ditorehkannya sepanjang pekan lalu. Pelaku pasar sembari menunggu perkembangan di Eropa, rapat bulanan Federal Reserve besok juga jadi perhatian. The Fed diperkirakan belum akan merubah kebijakan suku bunga rendahnya.
Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya harus keluar dari area 4.000 pada perdagangan akhir minggu lalu.
Aksi profit taking setelah IHSG rally pada perdagangan sebelumnya membuat para investor tergiur untuk melakukan aksi profit taking. Selain itu, investor lebih memilih mengamankan portofolionya menjelang liburan Imlek.
Sempat terjadi aksi beli pada akhir perdagangan, namun derasnya aksi profit taking tersebut gagal menyelamatkan IHSG dari zona merah.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (20/1/2012), IHSG terkoreksi 14,558 poin (0,37%) ke level 3.986,515. Sementara Indeks LQ 45 turun 2,053 poin (0,30%) ke level 703,861.
Saham-saham yang melemah antara lain Surya Toto (TOTO), Indocement (INTP), Semen Gresik (SMGR), dan Gudang Garam (GGRM).
Sementara saham yang naik diantaranya Delta Jakarta (DLTA), United Tractor (UNTR), Unilever (UNVR), dan Century Textille (CNTX).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Tertahan di area resistance 4.027 dan membentuk pola spinning top, bisa menjadi sinyal reversal bagi IHSG. Kondisi yang sama juga terlihat dari stochastic yang mulai dead cross di area oversold, indikasi bahwa koreksi IHSG baru dimulai.
Kami melihat bahwa IHSG saat ini akan kembali melanjutkan koreksi-nya untuk menguji level support-nya di 3.954 – 3.947. Penembusan support tersebut akan memberi potensi pelmahan IHSG untuk bergerak menuju area 3.875. Sementara Trend bullish akan kembali terbentuk jika IHSG mampu ditutup diatas resistance 4.027, untuk target bullish menuju area 4.050 – 4.150. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di 3.954 – 4.010.
R3 4,076
R2 4,051
R1 4,019
Pivot 3,993
S1 3,961
S2 3,935
S3 3,903
Stock Pick
TINS
Masih dalam trend bearish, namun sudah mulai berpotensi reversal. Terlihat dari MA yang mulai bergerak uptrend. Indikator RSI serta stochastic sudah berada di area positif. Saat ini harga masih tertahan di resistance 1.800. Penembusan resistance tersebut akan membuka jalan penguatan menuju area 1.910 – 2.000.
Rekomendasi : Buy, Stop loss 1.740, target 1.900
Support : 1.740, 1.690
Reistance : 1.800, 1.910
PTBA
Moving average masih menunjukkan potensi uptrend, namun pola spinning top yang terbentuk pada candlestick bisa menjadi sinyal koreksi bagi PTBA. Selain itu, indikator RSI serta stochastic sudah menunjukkan overbought. Kondisi tersebut bisa mendukung adanya koreksi tersebut. Support terdekat PTBA saat ini berada di 19.600. Jika ditembus, maka support berikutnya akan muncul di area 19.200 – 18.800.
Rekomendasi : Buy on Weakness @18.800, stop loss, 18.600, target 19.500
Support : 19.600, 19.200
Resistance : 19.900, 20.350
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG



