Koreksi DJI, IHSG Sulit Tembus 4.025
Jakarta, Strategydesk - Koreksi tipis (0,26%) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) sebenarnya bukanlah sebuah signal yang bearish. Kenaikan yang terjadi pada indeks Strait Times (Singapore) pada hari bursa pertama setelah libur Imlek, juga akan memberikan sentimen positif. Akan tetapi, koreksi pada DJI tersebut bakal mempersulit IHSG untuk bisa menembus resisten di 4025, setidaknya untuk hari ini.
IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran 3975-4025. Penutupan dibawah suport 3975 akan mengakhiri trend naik jangka menengah dari IHSG.
Global Outlook
Bursa saham AS mengalami penurunan menyusul kabar dari benua biru, dimana Uni Eropa menolak proposal para kreditor, mengembalikan ketidakpastian.
Berita para menteri keuangan zona euro yang menolak permintaan kreditor dan menginstruksikannya kembali ke meja perundingan dengan Yunani soal restrukturisasi utang. Dalam pertemuan di Brussels, para menteri menolak tawaran kreditor Yunani karena dianggap tidak cukup untuk membantu proses restrukturisasi.
Mereka mengatakan tidak dapat menerima tuntutan kreditor untuk bunga 4% atas obligasi baru yang diterbitkan untuk menukar obligasi yang dipegang kreditor saat ini, mereka berharap lebih rendah dari itu. Sedangkan bank dan institusi swasta lainnya, yang diwakili oleh Institute of International Finance (IIF), mengatakan jumlah itu adalah batas yang dapat mereka terima bila harus menghapus utang Yunani hingga 50%.
Yunani sendiri mengatakan belum siap membayar kupon lebih dari 3,5%, posisi yang didukung oleh Uni Eropa dan IMF. Para menteri berharap negosiasi selanjutnya dapat menekan bunga ke bawah 4%, agar proses restrukturisasi berjalan mulus. Terkatung-katungnya negosiasi meningkatkan risiko terjadinya default berantakan, atau tanpa kesepakatan restrukturisasi, kondisi yang dapat mengguncang pasar keuangan. Semakin mengurangi optimisme di pasar, Jerman membantah laporan berencana menambah dana talangan Eropa menjadi 750 miliar euro.
Meski ada sentimen negatif dari Eropa, pergerakan bursa regional kini bergerak menguat berkat laporan keuangan Apple Inc yang tercatat laba kuartal keempat tahun lalu tumbuh dua kali lipat menyusul penjualan iPhone dan iPad. Selain itu, pelemahan nilai tukar yen terhadap dollar membuat ekspektasi baru bagi para eksportir Jepang terhadap perolehan laba perusahaan mereka.
Serangkaian data ekonomi penting terjadwal hari ini, termasuk IFO Jerman, GDP Inggris, dan rapat bulan Federal Reserve.
Review IHSG
Mampu bertahan di Zona hijau, namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bertengger di atas level 4.000.
Di awal-awal perdagangan, IHSG sempat melaju kencang, dan berhasil menorehkan level tertingginya di 4038.785. Namun memasuki sesi kedua, laju IHSG mulai tersendat, bahkan nyaris masuk zona merah. Aksi profit taking telah mengikis penguatan indeks yang sempat didapatnya pada sesi pertama.
Ada tujuh sektor yang berhasil menahan IHSG untuk tetap berada di zona hijau, diantaranya sektor konsumer yang naik 1,87%, sektor perdagangan yang naik 0,48%, dan sektor konstruksi yang naik 0,43%. Sementara sektor yang memerah antara lain: sektor infrastruktur turun 0,08% dan sektor aneka industri turun 0,43%.
Menutup perdagangan Selasa (24/1/2012), IHSG menguat tipis 8,068 poin (0,20%) ke level 3994,583. Indeks LQ 45 juga menguat tipis 1,923 poin (0,27%) ke level 705,784.
Saham-saham yang naik harganya antara lain Lautan Luas (LTLS), BNI (BBNI), PTBA, dan BCA (BBCA).
Sementara saham-saham yang turun harganya antara lain Astra International (ASII), Semen Gresik (SMGR), BRI (BBRI), AKR Corporindo (AKRA), dan Indocement (INTP).
Ulasan Teknikal
IHSG
Pembentukan pola shooting star pada candlestick bisa menjadi indikasi negatif bagi IHSG. Kondisi ini didukung pula oleh indikator stochastic yang mulai dead cross di area overbought. Kami melihat adanya potensi IHSG untuk menguji support-nya di area 3.975 – 3.950. Sementara trend bullish hanya akan berlanjut jika IHSG mampu ditutup di atas area 4.027, untuk target penguatan menuju area 4.050 – 4.150. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.975 – 4.027.
R3 4,080
R2 4,060
R1 4,027
Pivot 4,006
S1 3,974
S2 3,953
S3 3,921
Stock Pick
INDF
Pergerakan INDF dalan 3 bulan terakhir terlihat flat di area resistance 4.975, dan support di 4.550. Sementara untuk jangka pendek terlihat adanya upaya INDF untuk kembali menguji resistance 4.975 tersebut. Hal ini terlihat dari MA yang mulai bergerak uptrend. Indikator RSI serta stochastic pun terlihat masih positif.
Rekomendasi : Hold, stop loss breakout 4.750, target 4.975
Support : 4725, 4.550
Resistance : 4.875, 4.975
PGAS
Secara trend PGAS memang masih bullish. Namun beberapa sinya koreksi mulai terlihat. Dimulai dengan terbentuknya doji star pada candlestick, serta stochastic yang mulai dead cross di area overbought. Selain itu, saat ini PGAS sudah meulia mendekati area resistance di 3.575, yang juga merupakan area gap. Kami melihat bahwa kenaikan PGAS mulai terbatas dan berpotensi terkoreksi menuju support-nya di 3.275.
Rekomendasi : Buy on weakness @3.275, stop loss 3.225, target 3.550.
Support : 3.425, 3.225
Resistance : 3.500, 3.575
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Dollar masih kuat, emas kian terpuruk
- Bernanke ancam laju IHSG
- Koreksi DJI, IHSG Sulit Tembus 4.025
- Inflasi serta krisis utang Eropa masih menopang emas
- Mampukah IHSG jauhi support 3.770
- Energi topang Hang Seng
- Saham Asia coba bangkit awal pekan ini
- Laju saham Asia menguat terbatas
- Inflasi China hambat laju saham Asia
- Wall Street gairahkan saham Asia
- Saham Asia masih rentan
- Kejatuhan bursa Asia terbatas
- Kejatuhan bursa Asia masih terbatas
- Laju bursa Asia tertahan
- Kejatuhan bursa utama Asia terbatas



