Kongres AS tolak naikkan batas utang
Jakarta, Strategydesk - Kongres AS semalam menolak rancangan untuk menaikkan batas utang dalam voting yang diusung kubu Republik untuk memperkuat desakannya ke pemerintah agar kurangi pengeluaran.
Dengan hasil voting 318 banding 97, Kongres menolak permintaan Presiden Obama untuk menaikkan batas utang sebesar $2,4 triliun dari $14,3 triliun.
Ketua Kongres John Boehner mengatakan bahwa menaikkan batas utang tanpa pemotongan anggaran dan reformasi berarti akan merusak ekonomi AS dan lapangan kerja, bahkan memperburuk kondisi fiskal.
Hasil polling memang menunjukkan publik tidak mendukung kenaikan utang meski Departemen Keuangan berusaha mencegah default, suatu kondisi yang bisa menjerumuskan AS kembali ke resesi dan mengguncang pasar dunia.
Departemen menggunakan sumber dana alternatif, seperti pension pegawai federal, untuk menutupi kewajibannya sejak batas utang dicapai pada 16 Mei lalu. Tapi Depkeu memperingatkan akan kehabisan opsi bila Kongres tidak bertindak sampai 2 Agustus nanti.
Untuk saat ini, pasar tidak terlalu cemas kemungkinan default di AS, yang dipandang sebagai investasi teraman dunia. Yield obligasi bertenor 10 tahun mencapai level terendahnya tahun ini dan diperkirakan bisa semakin turun.
Obama akan menekankan pentingnya mengapa batas utang perlu dinaikkan ketika ia bertemu dengan perwakilan Republik pada Rabu. Republik bersikeras tidak akan mendukung kenaikan batas utang tanpa diikuti penghematan anggaran besar-besaran untuk menjamin tingkat utang tetap terkendali.
Dalam pembicaraan yang dipimpin Wapres Joe Biden, Republik dan Demokrat telah mengidentifikasi peluang penghematan hingga miliaran dollar, dan kedua pihak mengatakan jumlahnya bahkan bisa triliunan dollar. Tapi mereka harus menyelesaikan perdebatan lainnya. Demokrat mengatakan tidak mau memotong tunjangan kesehatan sampai Republik bersedia menaikkan pajak.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



