Kondisi Eropa masih menghantui regional dan IHSG
Jakarta, Strategydesk - Ketakutan pelaku pasar atas kondisi di bursa Eropa, kembali memudar. Indeks Dow Jones Industrial (DJI) kembali naik tipis 0,14%. Pelaku pasar di bursa New York terlihat lebih merespon data-data ekonomi Amerika yang positif dibandingkan dengan merespon krisis Eropa yang beritanya semakin membosankan.
Sentimen positif dari bursa regional diperkirakan akan membuat IHSG bergerak bervariasi pada kisaran 3799-3859. Penembusan atas suport atau resisten tersebut akan menentukan arah trend jangka menengah dari IHSG.
Sementara itu, bursa regional berhasil bangkit hari ini meski di bayang-bayangi situasi Eropa yang masih labil. Penutupan semalam indeks utama di bursa Wall Street berbalik menguat.
Harapan kembali datang dari Eropa, khususnya Italia, dimana pasar berspekulasi Perdana Menteri Mario Monti mampu membentuk pemerintahan baru untuk mengatasi krisis utangnya. Selain itu, rilisan data ekonomi AS yang mengesankan dari retail sales dan sektor manufaktur.
Indeks utama regional seperti Nikkei dan Hang Seng terlihat tergerus setelah di awal perdagangan menguat. Kalangan analis mengatakan, situasi kini belum sepenuhnya dikatakan baik. Kenaikan indeks di sesi sebelumnya lebih karena investor membeli kembali saham yang mereka jual minggu lalu, bukan mengambil posisi baru. Masih terlalu dini untuk optimis.
Sedangkan indeks Kospi menguat berkat saham-saham teknologi, dimana Hynix Semiconductor dan Samsung Electronic mendapat kepercayaan dari Amzon.com Inc yang akan menyematkan produk tablet Kindle Fire dari produk kedua perusahaan Korsel itu.
Dan yang perlu diperhatikan mengatakan hasil lelang menunjukkan krisis utang berdampak ke keuangan Italia, dan mereka mempertanyakan seberapa lama negara tersebut bisa menanggung yield setinggi itu. Italia adalah ekonomi terbesar ketiga Eropa dengan utang yang mencapai hampir 2 triliun euro, atau 120% PDB-nya. Alhasil, banyak kalangan yang masih khawatir akan prospek Italia, meski ada pemimpin baru.
Lelang obligasi Eropa lainnya juga terjadwal minggu ini, dengan Spanyol berencana menjual obligasi bertenor 10 tahun sebesar 3-4 miliar euro.
Review IHSG
Mengekor bursa regional, Indeks Harga Saham (IHSG) kembali masuk zona merah, dan melemah sebesar 19 poin.
Para investor masih dihantui oleh kekhawaitran krisis utang Eropa, yang hingga kini penyelesaiannya masih belum jelas. Kekhawatiran tersebut menyebabkan perdagangan di lantai bursa menjadi tak bergairah.
Ada enam sektor yang menyeret IHSG masuk ke zona merah. Sementara tiga sektor yang mencatatkan penurunan yang signifikan antara antara lain: sektor keuangan, yang turun sebesar 1.05%. Kemudian disusul oleh sektor aneka indstri dan pertambangan, yang masing-masin turun sebesar 0,89%, dan 0,82%. Sementara, beberapa sektor yang naik adalah sektor agrikultur dan perdagangan dengan kenaikan 0,64% dan 0,27%.
Menutup perdagangan, Selasa (15/11/2011), IHSG melemah 19,198 poin (0,51%) ke level 3.813,842. Sementara Indeks LQ 45 turun 4,733 poin (0,70%) ke level 678,186.
Saham-saham yang masuk jajaran top losers antara lain Astra Internasional (ASII), United Tractor (UNTR), Indo Tambangraya (IMTG), dan Goodyear (GDYR).
Sementara jajaran top gainers dihuni oleh saham-saham Dian Swastatika (DSSA), HM Sampoerna (HMSP), Astra Agro (AALI), dan Adira Finance (ADMF).
Ulasan Teknikal
IHSG
Meski mengalami penurunan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di atas support 3.780. Dengan begitu, pendapat kami masih belum berubah bahwa Selama support tersebut masih dippertahankan IHSG masih mempunyai potensi penguatan untuk kembali meraih resistance di 3.875. Sedangkan jika support ditembus, maka koreksi IHSG bisa berlanjut menuju area 3.750 – 3.680. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.780 – 3.850.
R3 3,865
R2 3,849
R1 3,831
Pivot 3,815
S1 3,798
S2 3,782
S3 3,764
Stock Pick
UNTR 
Masih bertahan di atas MA menunjukkan bahwa secara trend UNTR masih bullish. Namun dengan terdapatnya pola black body pada candlestick, serta stochastic yang mulai dead cross, ada potensi UNTR untuk mengalami terkoreksi. Kami melihat bahwa saat ini UNTR akan mencoba kembali menguji support-nya di 25.750. Jika support ditembus, maka support beikutnya akan muncul di area 25.400.
Rekomendasi : Buy on weakness @25.700, stop loss 25.400, taregt 27.500
Support : 25.700, 25.400
Resistance : 26.950, 27.700
BBRI
Masih bertahan di atas moving average, serta pembentukan pola white body di area support 6.700, bisa menjadi indikasi bullish bagi BBRI. Indikator stochastic memang terlihat dead cross, namun RSI masih terlihat uptrend. Kami melihat bahwa BBRI kini sedang menguji kembali resistance di 7.000, yang akan memberikan konfirmasi bullish continuatin menuju area 8.300 – 9.000, jika resistance tersebut mampu ditembus.
Rekomendasi : Buy break 7.000, stop loss 6.700, target 8.300
Support : 6.700, 6.350
Resistance : 7.000, 7.250
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG



