Kinerja ekonomi AS semakin lesu
Jakarta, Strategydesk - Ekonomi AS akan semakin lesu di kuartal ketiga dan berpotensi terjerumus kembali ke resesi, menurut salah satu ekonom terkemuka.
Nouriel Roubini, ekonom New York University yang pernah memprediksikan krisis finansial global, memperkirakan PDB AS di kuartal ketiga akan dibawah 1%. Bahkan ia khawatir pertumbuhan akan lebih dekat ke 0% dari pada 1%. Karena itu, ia melihat kemungkinan terjadinya resesi baru, atau double dip recession, sebesar 40%.
Dalam skenario terbaik, ia memperkirakan pertumbuhan di bawah tren untuk beberapa tahun ke depan karena proses deleveraging oleh konsumen, pemerintah dan sistem keuangan. Menurutnya, dengan pertumbuhan 1% atau di bawah, bursa saham akan koreksi tajam, selisih bunga kredit dan antarbank akan melebar, serta riski aversion merajalela. “Alhasil, ekonomi terjerumus kembali ke resesi,” katanya.
Pemerintah AS semalam melaporkan durable goods orders hanya naik 0,3% di Juli, lebih rendah dari prediksi 3,0%. Selain itu, new home sales ternyata anjlok 12,4% di bulan yang sama. Data tersebut menunjukan bahwa ekonomi AS melambat.
Pemerintah AS juga akan mengumumkan hasil revisi PDB AS besok, yang diperkirakan akan menunjukan PDB hanya tumbuh 1,4% di kuartalm kedua. Angka tersebut lebih rendah dari laporan sebelumnya yang 2,4%.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan
- Kecemasan orang Amerika, pekerjaaan, utang & politisi
- Gubernur SNB lengser akibat istri main valas
- Efek Eropa, IMF akan pangkas proyeksi PDB global
- Soros: Krisis Eropa lebih buruk dari 2008
- Yunani: Kita bisa keluar dari zona euro dalam 3 bulan
- Rating Obama akhirnya membaik
- Roubini: Tahun depan, situasi memburuk
- The Fed: Ekonomi tumbuh moderat, belum perlu stimulus baru
- Jim Rogers: Pemerintah bohong soal inflasi & pengangguran



