Kinerja ekonomi AS semakin lesu

Tanggal August 26, 2010 / 11:30 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Ekonomi AS akan semakin lesu di kuartal ketiga dan berpotensi terjerumus kembali ke resesi, menurut salah satu ekonom terkemuka.

Nouriel Roubini, ekonom New York University yang pernah memprediksikan krisis finansial global, memperkirakan PDB AS di kuartal ketiga akan dibawah 1%. Bahkan ia khawatir pertumbuhan akan lebih dekat ke 0% dari pada 1%. Karena itu, ia melihat kemungkinan terjadinya resesi baru, atau double dip recession, sebesar 40%.

Dalam skenario terbaik, ia memperkirakan pertumbuhan di bawah tren untuk beberapa tahun ke depan karena proses deleveraging oleh konsumen, pemerintah dan sistem keuangan. Menurutnya, dengan pertumbuhan 1% atau di bawah, bursa saham akan koreksi tajam, selisih bunga kredit dan antarbank akan melebar, serta riski aversion merajalela. “Alhasil, ekonomi terjerumus kembali ke resesi,” katanya.

Pemerintah AS semalam melaporkan durable goods orders hanya naik 0,3% di Juli, lebih rendah dari prediksi 3,0%. Selain itu, new home sales ternyata anjlok 12,4% di bulan yang sama. Data tersebut menunjukan bahwa ekonomi AS melambat.

Pemerintah AS juga akan mengumumkan hasil revisi PDB AS besok, yang diperkirakan akan menunjukan PDB hanya tumbuh 1,4% di kuartalm kedua. Angka tersebut lebih rendah dari laporan sebelumnya yang 2,4%.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account