Ketidakpastian Yunani bayangi euro
Jakarta, Strategydesk - Euro berhasil meraih level tertinggi dalam tiga minggu terakhir semalam karena optimisme Yunani akan mencapai kesepakatan dengan kreditornya. Tapi ternyata Uni Eropa menolak proposal para kreditor, mengembalikan ketidakpastian.
Setelah menembus level $1,30, euro terkoreksi 30 poin karena berita para menteri keuangan zona euro menolak permintaan kreditor dan menginstruksikannya kembali ke meja perundingan dengan Yunani soal restrukturisasi utang. Dalam pertemuan di Brussels, para menteri menolak tawaran kreditor unani karena dianggap tidak cukup untuk membantu proses restrukturisasi.
Mereka mengatakan tidak dapat menerima tuntutan kreditor untuk bunga 4% atas obligasi baru yang diterbitkan untuk menukar obligasi yang dipegang kreditor saat ini, mereka berharap lebih rendah dari itu. Sedangkan bank dan institusi swasta lainnya, yang diwakili oleh Institute of International Finance (IIF), mengatakan jumlah itu adalah batas yang dapat mereka terima bila harus menghapus utang Yunani hingga 50%.
Yunani sendiri mengatakan belum siap membayar kupon lebih dari 3,5%, posisi yang didukung oleh Uni Eropa dan IMF. Para menteri berharap negosiasi selanjutnya dapat menekan bunga ke bawah 4%, agar proses restrukturisasi berjalan mulus. Terkatung-katungnya negosiasi meningkatkan risiko terjadinya default berantakan, atau tanpa kesepakatan restrukturisasi, kondisi yang dapat mengguncang pasar keuangan. Semakin mengurangi optimisme di pasar, Jerman membantah laporan berencana menambah dana talangan Eropa menjadi 750 miliar euro.
Euro kini bertengger di $1,3011, setelah berhasil menyentuh 1,3052 semalam. Mengingat rally tajam semalam, euro terlihat rentan hari ini, terutama dengan negosiasi utang Yunani masih alot. Faktor yang mungkin juga memberi tekanan ke pasar adalah S&P menurunkan rating empat bank Perancis. Tapi melihat euro yang masih cukup bertahan, mengindikasikan pasar masih berharap kesepakatan dapat segera tercapai.
Sembari mengamati perkembangan Yunani, pasar akan mencermati serangkaian even terjadwal hari ini, salah satunya adalah data indeks PMI Jerman dan zona euro, baik untuk manufaktur maupun jasa. Even lainnya adalah lelang bills di Spanyol dan obligasi di Belanda. Belanda akan menjual obligasi tenor 1 dan 30 tahun, sedangkan Spanyol menjual bills hingga 9 juta euro.
Mengenai mata uang lain, sterling berhasil menggapai level $1,56 semalam, tapi rentan akan kejatuhan bila data hari ini memperlihatkan utang publik Inggris bertambah. Sementara itu, aussie berhasil mencapai $1,0572, tapi mulai terkoreksi karena penurunan harga komoditas.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (21 Mei 2012)
- Euro rally, untuk sementara
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (18 Mei 2012)
- Krisis Yunani & Spanyol terus tekan euro
- Euro rebound, tapi masih rentan
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (16 Mei 2012)
- Krisis Yunani memburuk, euro terpuruk
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (15 Mei 2012)
- Kisruh politik Yunani masih bebani euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (14 Mei 2012)
- Yunani makin goyang, euro terguncang
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (11 Mei 2012)
- Euro dibayangi krisis Yunani & Spanyol
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (10 Mei 2012)
- Euro masih merana, aussie melesat



