Ketidakpastian nego Yunani tekan euro

Tanggal February 01, 2012 / 9:50 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Euro melemah karena terkatung-katungnya negosiasi utang Yunani dan data ekonomi AS yang mengecewakan, menghapus optimisme yang sempat muncul setelah Eropa berikrar reformasi fiskal.
Meski sempat muncul harapan kesepakatan terwujud antara Yunani dan kreditor soal restrukturisasi utang, negosiasi antara kedua belah pihak ternyata belum tuntas juga.  Belum adanya resolusi mendorong yield obligasi Portugal ke rekor tertingginya, dan menghempaskan euro dari level tertinggi dalam enam minggu terakhir yang tercapai Jumat lalu.
Pemerintah Yunani selalu mengatakan kesepakatan sudah dekat, tapi sejak minggu lalu mereka mengatakan seperti itu.  Dalam kesepakatan itu, kreditor akan menukar obligasi yang mereka pegang dengan obligasi baru dengan pemotongan nilai pokok 50%, tenor lebih panjang, bisa sampai 30 tahun, dan bunga rendah, yang sampai saat ini masih dirundingkan.
Melalui mekanisme seperti itu, Yunani dapat menjalani proses default yang teratur, tapi kerugian riil yang diterima investor kemungkinan bisa mencapai 70%. Meski demikian, kesepakatan ini penting bagi Yunani untuk menghindari default berantakan, yang dapat mengguncang pasar Eropa bahkan dunia.
Hingga saat ini belum ada titik terang dari negosiasi itu, yang masih menjadi fokus utama pasar. Semakin lama terkatung-katung, semakin menipis pula optimisme deal dapat tercapai, pasar akhirnya akan menghukum euro. Alasan mata uang itu masih belum terlalu jatuh karena pasar masih berharap deal terwujud.
Pelemahan euro juga disebabkan oleh data perumahan, manufaktur dan sentimen konsumen AS yang mengurangi optimisme soal ekonomi terbesar dunia itu. Di tengah data itu dan absennya berita soal Yunani, euro juga melemah terhadap yen dan franc. Euro yang menguat hampir 1% terhadap dollar selama Januari,  kinerja bulana terbaiknya sejak Oktober. Juga melemah karena aksi jual akhir bulan karena investor melakukan perubahan portofolio. Euro jatuh ke $1,3052, masih mampu bertahan di $1,30, mengindikasikan pasar masih berharap.
Data manufaktur China hari ini ternyata tidak banyak berdampak ke sentimen pasar. Sembari menantikan perkembangan dair Yunani, pasar akan mencermati beberapa data, salah satunya ADP Employement Change, yang diperkirakan akan menunjukkan lapangan kerja sektor swasta AS bertambah 185.000 selama Januari. Sentimen pasar akan jatuh bila angkanya jauh di bawah itu.
Mengenai mata uang lain, yen terus mencatat penguatan terhadap dollar, hari ini sempat ke 76, 13 per dollar,  semakin mendekati rekornya 75,57. Apresiasi yen ini semakin memperkuat isu kemungkinan intervensi oleh otoritas Jepang. Tapi banyak yang masih ragu skalanya bisa sebesar dulu.

Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD


Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account