Ketegangan Iran-Barat angkat minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik hari ini karena kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan antara Iran dan barat, ditambah dengan ancaman gangguan pasokan dari Nigeria.
Ketegangan antara Barat dan Iran meningkat setelah ilmuwan nuklir Iran tewas dalam mobilnya yang diledakkan oleh bom magnet. Teheran menuduh AS dan Israel sebagai dalangnya. Kejadian ini datang menyusul pengumuman Iran telah melakukan pengayaan uranium hingga 20% di fasilitas nuklir bawah tanahnya.
Washington memebrlakukan sanksi tambahan ke Iran akhir tahun lalu dan Uni Eropa akan bertemu pada 23 Januari untuk memutuskan soal rencana embargo minyak Iran. Dalam upayanya mengisolasi Iran, AS mengajak sekutunya untuk menjauhi diri dari minyak Iran. Jepang dan Korsel mengumumkan siap mengurangi impor minyak dari Iran dan mencari sumber alternatif.
Minyak juga naik karena aksi aksi protes atas dicabutnya subsidi BBM. Serikat kerja terbesar di sana mengatakan siap menghentikan produksi bila pemerintah tidak membatalkan keputusannya itu. Pada jam 16:37 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik 55 sen ke $101,41 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama naik 90 sen jadi $113,14 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



