Keputusan the Fed dorong minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik hari ini karena spekulasi suku bunga rendah yang diberlakukan the Fed sampai 2014 akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi di AS.
The Fed melihat Kondisi ekonomi saat ini membutuhkan suku bunga rendah setidaknya sampai akhir 2014, Dengan ini, berarti rate nol persen diberlakukan selama tiga tahun lagi. Tidak hanya itu, the Fed membuka peluang untuk meluncurkan pembelian obligasi tambahan, atau yang dikenal dengan Quantitative Easing (QE).
Menurut analis, pergerakan harga dipengaruhi oleh pengumuman the Fed. Berlanjutkan kebijakan moneter akomodatif dapat membantu permintaan energi di saat ekonomi masih dalam pemulihan. Minyak naik meski data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan cadangan minyak bertambah 3,56 juta barel.
Faktor lain yang mendorong harga adalah pernyataan dari IMF, yang mengatakan embargo minyak Iran kemungkinan bisa mendorong harga sebesar $30 per barel. Menurutnya, blokade minyak Iran tanpa sumber alternatif akan menaikkan harga 20-30%, dan penutupan Selat Hormuz bisa mendorong harga lebih besar lagi.
Pada jam 15:30 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Maret naik 42 sen ke $99,82 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 84 sen ke $110,65 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Berkat bailout Yunani, minyak rally
- Minyak sentuh $105
- Faktor Iran, Yunani angkat minyak
- Masalah Yunani tekan minyak
- Ketegangan di Timteng angkat minyak
- Minyak naik ke $101 karena Iran
- Minyak naik setelah Yunani setujui penghematan
- Laporan API lambungkan minyak
- Minyak turun jelang data API
- Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
- Minyak naik, payroll dinantikan
- Data EIA tekan minyak
- Minyak diangkat Iran, data China
- Data Jepang angkat minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa



