Kenapa Orang Melakukan Transaksi Spread ?
Tanggal August 11, 2008 / 7:46 am. Oleh: I Gede Raka Tantra
Transaksi Spread telah menjadi begitu penting didalam Perdagangan Berjangka bagi para pelaku pasar. Para Pedagang biasanya menggunakan transaksi Spread sebagai suatu cara untuk memindahkan Hedges mereka dari satu bulan penyerahan ke bulan penyerahan lainnya ( Rolling the Hedge ). Disamping itu juga , mereka melakukan transaksi Spread untuk menutup biaya-biaya penyimpanan dan pembiayaan inventory mereka
Transaksi Spread juga dipergunakan oleh para Spekulator/Hedger sebagai strategi yang lebih konservative didalam melakukan transaksi.
Posisi Spread biasanya kurang berfluktuasi artinya selisih harga antara satu bulan penyerahan dengan bulan penyerahan lainnya relatif sangat kecil dibandingkan posisi tunggal yang mereka miliki ( long position atau short position ).
Sebagai contoh :
Pada bulan April 1999, Mei 99 Harga Futures Crued Oil meningkat sebesar $ 0,40 ( 40 cents dollar ) , sedangkan untuk bulan Mei – Juni 99 Harga Spread Crued Oil berubah hanya $ 0,20 ( 20 cents dollar ). Oleh sebab itu , karena volatility transaksi Spread lebih rendah dari pada transaksi tunggal , maka posisi Spread dianggap kurang berisiko.
Oleh karena itu, Bursa Berjangka mengizinkan para Trader yang memiliki posisi Spread mendepositokan margin yang lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki posisi beli ( long ) saja atau posisi jual ( short ) saja.
New York Mercantile Excange mempersyaratkan bagi para Anggotanya yang memiliki posisi tunggal untuk bulan penyerahan terdekat dipersyaratkan untuk mendepositokan Initial Margin sebesar $ 3000.- ( tiga ribu dollar US ) per lot , akan tetapi bagi para Anggotanya yang memiliki posisi Spread , New York Mercantile Exchange mempersyaratkan para Anggotanya untuk mendepositokan Initial Margin sebesar $ 1200.- ( seribu dua ratus dollar US ).
Demikianlah alasan kenapa orang melakukan transaksi Spread.
Transaksi Spread telah menjadi begitu penting didalam Perdagangan Berjangka bagi para pelaku pasar. Para Pedagang biasanya menggunakan transaksi Spread sebagai suatu cara untuk memindahkan Hedges mereka dari satu bulan penyerahan ke bulan penyerahan lainnya ( Rolling the Hedge ). Disamping itu juga , mereka melakukan transaksi Spread untuk menutup biaya-biaya penyimpanan dan pembiayaan inventory mereka
Transaksi Spread juga dipergunakan oleh para Spekulator/Hedger sebagai strategi yang lebih konservative didalam melakukan transaksi.
Posisi Spread biasanya kurang berfluktuasi artinya selisih harga antara satu bulan penyerahan dengan bulan penyerahan lainnya relatif sangat kecil dibandingkan posisi tunggal yang mereka miliki ( long position atau short position ).
Sebagai contoh :
Pada bulan April 1999, Mei 99 Harga Futures Crued Oil meningkat sebesar $ 0,40 ( 40 cents dollar ) , sedangkan untuk bulan Mei – Juni 99 Harga Spread Crued Oil berubah hanya $ 0,20 ( 20 cents dollar ). Oleh sebab itu , karena volatility transaksi Spread lebih rendah dari pada transaksi tunggal , maka posisi Spread dianggap kurang berisiko.
Oleh karena itu, Bursa Berjangka mengizinkan para Trader yang memiliki posisi Spread mendepositokan margin yang lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki posisi beli ( long ) saja atau posisi jual ( short ) saja.
New York Mercantile Excange mempersyaratkan bagi para Anggotanya yang memiliki posisi tunggal untuk bulan penyerahan terdekat dipersyaratkan untuk mendepositokan Initial Margin sebesar $ 3000.- ( tiga ribu dollar US ) per lot , akan tetapi bagi para Anggotanya yang memiliki posisi Spread , New York Mercantile Exchange mempersyaratkan para Anggotanya untuk mendepositokan Initial Margin sebesar $ 1200.- ( seribu dua ratus dollar US ).
Demikianlah alasan kenapa orang melakukan transaksi Spread.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- LONG EURO SHORT DOLLAR
- GOLD: EUFORIA TERBESAR SEJAK BOOMING MINYAK 2008
- Menjelang peluncuran kakao futures di BBJ
- Indikator Teknikal: Fibonacci Retracement
- Indikator Teknikal: Parabolic SAR
- Indikator Teknikal: Moving Average Convergence Divergence (MACD)
- Reality Check (Mengenal ‘Angka Konsensus’ sebagai Standar Kinerja Emiten)
- Indikator Teknikal: Average Directional Movement Index (ADX)
- Moving Average Bag 2: Trading menggunakan MA
- Indikator Teknikal: Moving Average Bag. 1
- Dow Theory Bag. 3 (3 prinsip kedua Teori Dow)
- Dow Theory Bag.2
- Teknik Trading Chart Pattern (Bagian 2)
- Teknik Trading Chart Pattern (Bagian 1)
- Analis Teknikal: Dow Theory Bag. 1



