Kenaikan bursa Asia masih rentan
Jakarta, Strategydesk - Saham Asia mulai menapaki zona positif hari ini, meski masih terbatas, menyusul kenaikan kecil Wall Street. Hal ini mengindikasikan penguatan masih rentan dan pelaku pasar masih berhati-hati.
Serangkaian data ekonomi hari ini dicermati untuk dijadikan acuan pergerakan. Data indeks PMI China adalah salah satunya, dan data ini mencatat kenaikan ke 51,7 di Agustus dari 51,2 bulan sebelumnya.
Data lainnya adalah PDB Australia, yang ternyata cukup mengesankan. PDB selama kuartal kedua tumbuh 1,2% per kuartal dan 3,3% per tahun. Data PDB Australia itu langsung mendongkrak indeks All Ordinaries menguat 1,38%.
Data lainnya yang terjadwal hari ini adalah penjualan ritel Jerman, dan angka final indeks PMI manufaktur Jerman, zona euro dan Inggris. Data yang lebih baik dari prediksi bisa membantu saham Eropa rebound dari kejatuhan.
Pasar juga menantikan data indeks ISM manufaktur AS dan ADP Employment Change. Indeks ISM itu diperkirakan turun ke 53,0 di Agustus dari 55,5 bulan sebelumnya. Sedangkan data ADP diperkirakan akan menunjukan lapangan kerja sektor swasta bertambah sebanyak 20.000 di Agustus. Data yang lebih baik dari prediksi bisa membantu aksi bargain hunting di Wall Street.
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei semakin terjungkal, mencatat penurunan terbesarnya dalam 3 bulan terakhir ke level terendah dalam 16 bulan terakhir kemarin. Kejatuhan Wall Street, kecemasan mengenai kondisi ekonomi dan penguatan yen menjadi faktor yang menghantam indeks tersebut. Selain itu, kejatuhan ini juga mencerminkan kekecewaan pasar atas langkah BOJ yang dinilai kurang untuk meredam laju yen. Indeks Nikkei . N225 ditutup melemah 325,20 poin, atau 3,55%, ke 8824,06.
Indeks Nikkei diperkirakan bergerak pada kisaran terbatas, menyusul mixed-nya penutpan Wall Street semalam. Namun, pergerakan indeks kemungkunan akan menguji level terendah dalam 16 pekan terakhir, dipicu penguatan yen. Sementara itu, saham Hitachi Ltd jadi fokus setelah sebuah sumber mengatakan perusahaan itu akan IPO pada akhir tahun ini di AS.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Sementara itu di Korsel, indeks Kospi juga berakhir negatif kemarin, dihantam kejatuhan saham bank dan teknologi. Sentimen tertekan karena kejatuhan Wall Street dan kecemasan mengenai kondisi ekonomi dunia. Namun, Hyundai Departemen menguat berkat suksesnya IPO Hyundai Homesopphing. Indeks Kospi .KS11 ditutup melemah 17,38 poin, atau 0,99%, di 1.742,75.
Meski akan mengalami kenaikan diawal perdagangan, indeks Kospi sebenarnya masih akan melanjutkan penurunannya. Saham berbasis ekspor, seperti teknologi akan pimpin penurunan, dimana kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi global. Ditengah ketidakpastian ini, saham defensif lebih diuntungkan dan mampu meredam kejatuhan indeks.
Hang Seng Futures Kontrak September (HSIU0)
Kecemasan mengenai pemulihan ekonomi global kembali mencuat, indeks Hang Seng tak kuasa membendung aksi jual yang datang akibat kecemasan tersebut. Faktor utama adalah kekhawatiran akan terjadinya double dip recession di AS dan dampaknya terhadap ekonomi lainnya. Indeks Hang Seng .HSI ditutup melemah 200,73 poin, atau 0,97%, di 20.536,49.
Wall Street penutupan semalam yang mixed, karena data yang juga mixed yaitu Chicago PMI dan Cosumer Confidence, menjadi cerminan perlambatan ekonomi AS. Para analis memperkirakan indeks Hang Seng masih akan jatuh karena kecemasan mengenai prospek ekonomi dunia di semester kedua tahun ini. Menurut mereka, indeks terancam anjlok ke 20.000 minggu ini selama sentimen tetap negatif.
Rekomendasi
NIKKEI
KOSPI
HANG SENG
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Krisis Eropa kembali menggelayuti regional
- Regional rally berkat data AS
- Wall Street flat, regional menanti payroll
- Data manufaktur angkat regional
- Data AS mengecewakan, regional tertekan
- Wall Street koreksi tipis, regional range terbatas
- Dow koreksi, regional fokus pertemuan Uni Eropa
- Data AS giring koreksi bursa Asia
- Pasca FOMC, bursa Asia masih positif
- Apple Hijaukan Regional
- Fokus Menkeu Eropa, Nikkei menguat
- Laju Nikkei tertahan
- Sentimen Positf Eropa & AS, bursa Asia melaju
- IMF, Goldman Sach Hijaukan Asia
- Penguatan Asia Mulai Terbatasi



