Kematian Osama dongkrak popularitas Obama
Jakarta, Strategydesk - Kematian Osama dongkrak popularitas Obama
Keberhasilan AS menghentikan sepak terjang Osama Bin Laden, musuh besarnya yang telah diburu selama satu dekade, tentunya akan mendongkrak popularitas Presiden Obama. Tapi, momentum ini sepertinya tidak akan berlangsung lama.
Franklin dan Brendan Nyhan, pengamat politik dari University of Michigan, sepakat bahwa approval rating Obama bisa naik, kemungkinan 5 sampai 10 poin bahkan lebih. Tapi, mereka memperingatkan kenaikan itu bisa cepat hilang.
Memang, keberhasilan membunuh buronan nomor wahid, yang disebut sebagai dalang serangan 11 September 2001, dianggap prestasi dalam memerangi terorisme. Hal ini juga dapat memberi kelegaan, terutama ke keluarga korban. Keberhasilan ini juga menjadi kartu AS-nya Demokrat dalam menghadapi kritikan Republik soal keamanan nasional.
Kini, publik AS menyanjung Presiden Obama dalam hal masalah keamanan dan keberhasilan militer. Tapi, bisakah ia mempertahankan prestasi itu, dengan cara terus menjaga keamanan AS?
Selain itu, tingkat persetujuan merupakan pandangan publik terhadap kemampuan presiden menangani berbagai macam isu dan masalah, seperti kondisi ekonomi. Obama terpilih karena kekecewaan rakyat AS atas kepemimpinan partai berkuasa saat itu yang dianggap buruk karena gagal mencegah krisis ekonomi.
Contohnya, Presiden Bush pertama, yang berhasil memenangkan Perang Teluk 1991. Namun kalah dalam pemilu oleh Bill Clinton karena masalah pengangguran tinggi dan kenaikan pajak.
Ekonomi masih menjadi isu krusial dalam pemilu mendatang. Sejauh mana pemulihannya dari krisis, menjadi tolok ukur yang dapat menentukan nasib Obama.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



