Kejatuhan bursa Asia terbatas

Tanggal August 13, 2010 / 7:55 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Wall Street melanjutkan kejatuhannya karena kecemasan mengenai ekonomi AS dan keraguan atas langkah the Fed. Bursa Asia berpeluang bergerak negatif hari ini, kendati terbatas.
Setelah mengakui perlambatan ekonomi AS, the Fed mengumumkan program pembelian obligasi pemerintah dengan uang dari hasil sekuritas mortgage yang jatuh tempo. Pasar menilai langkah the Fed ini tanggung dan kurang agresif. Pasar juga meragukan efektivitas program tersebut menyelamatkan ekonomi AS.
Pasar juga mencemaskan kondisi ekonomi Eropa setelah Bank Sentral Inggris (BOE) menurunkan proyeksi pertumbuhan Inggris. Menurut BOE, pertumbuhan maksimal mencapai 3% selama tiga tahun ke depan, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang 3,6%.
Ditambah dengan kecemasan akan perlambatan ekonomi China, menyusul serangkaian data yang menunjukan berkurangnya pertumbuhan penjualan ritel, investasi dan output produksi.
Tanpa ada faktor positif baru, yang dapat mengurangi kecemasan mengenai ekonomi, bursa saham dunia sepertinya masih akan bergerak negatif. Fokus pasar kini tersaji pada data PDB Jerman dan Eropa. Disamping itu, serangkaian data AS seperti tingkat inflasi, penjualan ritel, sentimen bisnis Michigan.
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei masih mencatat hasil negatif kemarin, melanjutkan kejatuhan sesi sebelumnya, dan sempat jatuh ke level terendah dalam 13 bulan terakhir. Penguatan yen dan kecemasan mengenai ekonomi global menjadi faktor yang menghantam indeks tersebut. Indeks Nikkei  berhasil mengurangi kejatuhannya di sesi siang setelah dollar menguat terhadap yen. Indeks Nikkei N225 ditutup melemah 80,26 poin, atau 9.212,59.
Kejatuhan indeks Nikkei diperkirakan masih akan terjadi hari ini, meski cenderung terbatas. Buruknya data AS menambah sentimen negatif di tengah kecemasan investor terhadap pemulihan ekonomi. Meski kejatuhan indeks cenderung terbatas, menyusul pelemahan yen, setelah pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) mengatakan penguatan yen belakangan ini perlu dicermati karena tidak wajar.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Di Korsel, indeks Kospi kemarin juga dihantam oleh kecemasan mengenai ekonomi global. Indeks tersebut terkapar di level terendah dalam sebulan terakhir karena kekhawatiran perlambatan ekonomi global akan mengurangi laba perusahaan. Indeks Kospi .KS11 ditutup melemah 36,44 poin, atau 2,07%, di 1.721,75, terendah sejak 8 Juli lalu.
Indeks Kospi diperkirakan masih akan mengalami penurunan hari ini, menyusul kejatuhan Wall Street karena kecemasan mengenai perlambatan perekonomian AS, yang diperkirakan akan berdampak pada menurunnya laju ekspor Korsel. Namun, penurunan indeks terlihat terbatas, setelah jatuh tajam kemarin.
Hang Seng Futures Kontrak Agustus (HSIQ0)
Indeks Hang Seng masih mencatat hasil negatif kemarin, di tengah kejatuhan bursa saham dunia, karena meningkatnya kecemasan mengenai pemulihan ekonomi global. Situasi ini memicu aksi ambil untung dari penguatan indeks ke level tertinggi dalam 3,5 bulan terakhir beberapa hari yang lalu. Indeks Hang Seng .HSI ditutup melemah 188,83 poin, atau 0,89%, di 21.105,71.
Tumbangnya bursa regional imbas dari merosotnya Wall Street diperkirakan akan menerpa indeks Hang Seng, level support psikologis 21.000 ditembus dan harga di tutup di bawah level tersebut. Kondisi ini menekan indeks untuk coba menutup gap yang terbuka di area 20.600. Kini pasar terfokus pada data inflasi dan retail sales AS, serta PDB Eropa.

Rekomendasi
NIKKEI


KOSPI


HANG SENG

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account