Kejatuhan bursa Asia masih terbatas
Jakarta, Strategydesk - Kekhawatiran mengenai pemulihan ekonomi global kembali menghantui kalangan pasar Asia hari ini, setelah Wall Street terkoreksi karena data belanja konsumen dan perumahan yang mengecewakan membuat indeks utama Wall Street ditutup pada zona merah. Namu, kejatuhan bursa Asia cenderung terbatas jelang diumumkannya laporan ADP Employment AS sebagai indikator dari data ketenagakerjaan yang dirilis Jumat lusa.
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei berhasil memantapkan posisi di zona positif kemarin, melanjutkan kenaikan sesi sebelumnya, menyusul penguatan tajam Wall Street. Berkurangnya kecemasan mengenai pemulihan ekonomi global berkat serangkaian data manufaktur Eropa & AS, ditambah dengan laporan keuangan bank Eropa yang memuaskan. Namun, kecemasan mengenai perkembangan ekonomi dan penguatan yen menghambat laju saham. Indeks Nikkei .N225 ditutup menguat 123,70 poin, atau 1,29%, di 9.694,01.
Kejatuhan indeks Nikkei terbatas, menyusul aksi bargain hunting yang diperkirakan akan mendongrak indeks pasca penurunan sebelumnya dan diawal perdagangannya kali ini. Meski kekhawatiran mengenai penguatan yen dan keraguan akan pemulihan ekonomi global masih mendera pelaku pasar. saham Toyota, Yamaha dan Isuzu jadi fokus, jelang diumumkannya laporan keuangan mereka hari ini.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Sementara itu di Korsel kemarin, indeks Kospi juga masih mencatat hasil positif, namun mulai terbatas. Selain karena faktor eksternal, indeks Kospi juga menguat berkat kenaikan saham LG electronics, yang terangkat oleh data manufaktur AS. Ditambah dengan penguatan saham Hanwa Chemical, yang melaju berkat berita akuisisi. Indeks Kospi .KS11 ditutup menguat 8,33 poin, atau 0,47%, di 1.790,60.
Indeks Kospi kemungkinan akan bergerak dalam kisaran terbatas hari ini, meski ada ancaman aksi profit taking. Jeleknya data AS turut jadi pemicunya terkoreksinya indeks. Namun, cerahnya penjualan Hyundai Motor bulan lalu dapat batasi kejatuhan indeks.
Hang Seng Futures Kontrak Juli (HSIN0)
Indeks Hang Seng menembus level tertinggi dalam tiga bulan terakhir kemarin, berkat penguatan bursa global dan laporan keuangan HSBC. Namun, penguatan terpangkas menjelang akhir perdagangan. Indeks Hang Seng .HSI ditutup menguat 44,87 poin, atau 0,2%, di 21.457,66.
Tergerusnya indeks Nikkei dan Kospi diawal perdagangan hari ini, diperkirakan akan berdampak pada indeks Hang Seng, menyusul jatuhnya Wall Street setelah serangkaian data AS semalam menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Selain itu, kecemasan terhadap China yang akan kembali mengambil langkah untuk meredam perkreditan dapat menekan sentimen. Menurut laporan Securities Times, Bank Sentral China (PBOC) berencana untuk menaikan lagi cadangan modal minimum perbankan.
Rekomendasi
NIKKEI
KOSPI
HANG SENG
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Koreksi DJI, IHSG Sulit Tembus 4.025
- Inflasi serta krisis utang Eropa masih menopang emas
- Mampukah IHSG jauhi support 3.770
- Energi topang Hang Seng
- Saham Asia coba bangkit awal pekan ini
- Laju saham Asia menguat terbatas
- Inflasi China hambat laju saham Asia
- Wall Street gairahkan saham Asia
- Saham Asia masih rentan
- Kejatuhan bursa Asia terbatas
- Kejatuhan bursa Asia masih terbatas
- Laju bursa Asia tertahan
- Kejatuhan bursa utama Asia terbatas
- Panduan Indikator Ekonomi



