Kebijakan The Fed dongkrak harga emas

Tanggal January 27, 2012 / 11:28 am. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk - Harga emas terus merangkak naik menuju level tertinggi tujuh minggu ini. Kenaikan emas tersebut terjadi setelah pernyataan The Fed yang tetap memberlakukan kebijakan suku bunga rendahnya hingga tahun 2014.
Selain memberlakukan kebijakan moneter longgar, The Fed juga mengisyaratkan adanya pembelian obligasi, yang diinterpretaskan oleh oleh pelaku pasar bahwa The Fed akan kembali melanujutkan program quantitative easing-nya (QE jilid 3).
Kebijakan The Fed tersebut sontak membuat dollar loyo, pelaku pasar lalu memburu mata uang beresiko. Ini menjadi dorongan jelas untuk menggunakan dollar dalam carry trades dan memicu penguatan komoditas seperti emas dan perak.
Nasib dollar selanjutnya akan ditentukan oleh beberapa data AS lainnya, seperti data PDB dan sentimen konsumen AS. Ekonomi AS diperkirakan tumbuh 3% selama kuartal keempat dari tahun lalu, lebih pesat dari kuartal sebelumnya yang 1,8%. Sedangkan sentimen konsumen hasil survei University of Michigan untuk Januari tetap di 74.
Data yang lebih baik dari prediksi bisa melanjutkan risk appetite, yang dapat mengangkat aset berisiko.
Namun begitu, kondisi Eropa juga masih belum sepenuhnya pulih dari krisis utangnya. Nasib Yunani yang masih terkatung-katung setelah gagal menemukan solusi untuk merestrukturisasi utang-utangnya, bisa kembali mengangkat pamor dollar. Hal ini tentunya akan menyeret sektor komoditas, termasuk emas.

Rekomendasi

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account