Karena IEA, minyak lanjutkan koreksi
Jakarta, Strategydesk - Minyak melanjutkan koreksinya hari ini setelah International Energy Agency (IEA) mengikuti OPEC memangkas proyeksi permintaan di tengah perlambatan ekonomi global.
IEA kemarin menyusul OPEC memangkas proyeksi permintaan tahun ini dan depan. Lembaga yang bermarkas di Paris itu memangkas pertumbuhan permintaan minyak 2011 sebesar 50.000 barel per hari (bph) menjadi 1 juta bph dan 2012 sebesar 210.000 bph menjadi 1,3 juta bph.
Minyak tetap koreksi meski euro dan saham rally di tengah optimisme soal Eropa. Investor memburu mata uang komoditas dan saham setelah partai di pemerintah koalisi Slovakia mencapai kesepakatan dengan oposisi untuk meratifikasi dana talangan (EFSF). Minyak biasanya naik bila saham menguat karena dianggap sebagai indikator sentimen.
Harga juga tetap jatuh meski data dari American Petroleum Institute (API) memperlihatkan penurunan cadangan minyak dan BBM AS. API semalam melaporkan cadangan minyak turun 3,8 juta barel minggu lalu, lebih besar dari prediksi hasil survei Platts yang 300.000 barel. Sedangkan cadangan bensin menyusut 1,2 juta barel dan distillate berkurang 3,1 juta barel.
Pasar kini menantikan data cadangan versi Energy Information Administration (EIA) yang akan diumumkan malam nanti. Data API didapat dari operator atau perusahaan secara sukarela. Sedangkan pemerintah mewajibkan laporan itu dikumpulkan dalam survei mingguan. Tapi kedua data bergerak dalam satu arah 71% selama 10 tahun terakhir.
Pada jam 14:08 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Nopember turnu 50 sen ke $85,07 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama koreksi 3 sen jadi $111,33 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



