Kan & Shirakawa bahas ekonomi, yen
Jakarta, Strategydesk - Perdana Menteri Jepang Noato Kan dan Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa berbicara lewat telepon mengenai masalah ekonomi dan yen, jubir pemerintah mengumumkan hari ini. Namun, kedua pejabat itu tidak membahas soal intervensi atau langkah apapun dalam pembicaraan itu.
“Tidak ada sama sekali pembahasan mengenai intervensi di pasar uang untuk meredam penguatan yen terhadap dollar,” kata Yoshito Sengoku, Ketua Sekretaris Kabinet kepada wartwan. Ia juga menolak berkomentar apakah kedua pejabat itu membahas stimulus moneter dalam pembicaraan selama 15 menit itu.
Kedua pejabat itu berbicara di saat perlambatan ekonomi dan apresiasi yen menekan pembuat kebijakan untuk menghasilkan langkah. Kan minggu lalu menginstruksikan jajaran menterinya untuk meluncurkan stimulus baru dalam rangka mendorong ekonomi.
Sengoku enggan menjelaskan apa saja yang dibahas, dengan alasan mengungkapkan isi pembicaraan bisa mempengaruhi pasar keuangan. Sengoku menambahkan pemerintah sedang mempertimbangkan kedua pejabat itu bertemu langsung, namun tidak menyebut waktunya.
Pasar sempat berspekulasi BOJ akan menambah stimulus moneternya menjelang pembicaraan Kan dan Shirakawa. Namun, sumber mengatakan BOJ sepertinya tidak akan mengambil tindakan sebelum rapat regulernya pada 6-7 September.
Pasar sempat berharap BOJ meluncurkan kebijakan yang dapat meredam penguatan yen dan mendorong ekonomi. Penguatan yen selalu menjadi momok karena mengurangi daya saing produk Jepang di pasar internasional dan laba perusahaan.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- RBA pertahankan rate di 4,25%
- Tumbuh 6,5%, ekonomi Indonesia stabil
- Publik Jerman ingin Yunani keluar dari euro
- Bernanke : Ekonomi masih penuh tantangan
- Manufaktur China masih membaik
- 25 negara Eropa sepakat traktat baru
- Dunia desak Eropa tuntaskan krisis
- The Fed pertimbangkan stimulus lanjutan
- Krisis Eropa, IMF turunkan proyeksi PDB dunia
- Eropa tolak tawaran kreditor Yunani
- Naik rating, dana asing makin deras
- Ekonomi melambat, China coba genjot kredit
- Giliran Moody naikkan Indonesia ke investment grade
- Bank Dunia pangkas proyeksi PDB global 2012
- PDB China Tumbuh 8,9%



