Kan mundur pada Agustus?
Jakarta, Strategydesk - Perdana Menteri Jepang Naoto Kan akan mengundurkan diri pada Agustus karena desakan baik dari partainya maupun oposisi untuk segera lengser, menurut pemberitaan di surat kabar Kyodo Sabtu lalu.
Kan sedang berjuang mengatasi krisis nuklir di Fukushima dan memmbangun kembali pasca gempa dan tsunami 11 Maret. Kan selamat dari mosi tidak percaya di Parlemen Kamis lalu setelah tawarannya untuk mengundurkan diri berhasil mencegah dirinya diturunkan.
Tapi kemudian Kan mengindikasikan mencoba bertahan paling tidak sampai Januari, membuat marah kubu oposisi yang membatalkan mosi itu. Oposisi, yang menguasai Parlemen dan bisa menolak RUU, juga menolak untuk bekerjasama dengan pemerintahan Kan dalam menyetujui legislasi penting.
Kesepakatan mundur ini diperkirakan untuk memberi Kan waktu menyiapkan anggaran tambahan untuk rekonstruksi dan fokus ke krisis nuklir. Tapi kritik menjamur kembali setelah pernyataan Kan dalam konferensi di malam hari mengindikasikan ia ingin menjabat lebih lama sampai reaktor di Fukushima kembali stabil, proses yang diperkirakan sampai Januari atau lebih.
Sabtu lalu, Ketua Sekretaris Kabinet Yukio Edano mengindikasikan Kan mungkin mundur sebelum September, dan media Jepang, mengutip beberapa pejabat lainnya, melaporkan pengunduran diri semakin mungkin pada musim panas.
Kyodo mengatakan Menteri Keuangan Yoshihiko Noda dan Deputi Sekretaris Kabinet disebut sebagai kandidat pengganti Kan. Namun hasil polling Yomiuri Shimbun menunjukkan Seiji Maehara, mantan menteri luar negeri, sebagai kandidat populer dengan dipilih oleh 14% responden. Kandidat lainnya adalah Katsuya Okada, Sekretaris Jenderal Partai Demokratik, dan Edano.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



