Kaleidoskop 2010: Krisis utang Eropa

Tanggal December 24, 2010 / 11:33 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, strategydesk - 2010 menjadi tahun yang sulit bagi Uni Eropa karena dirundung krisis utang di saat baru pulih dari krisis finansial global. Alhasil, proses pemulihan ekonomi di blok tersebut kian terjal. Bagi Eropa, 2010 berakhir sama seperti permulaan, dalam krisis.

Drama yang telah berjalan selama setahun itu dan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, menjadi tantangan terbesar sejak euro diciptakan pada 1999. Banyak kalangan yang memprediksikan ekonomi Eropa akan merasakan dampaknya untuk beberapa tahun ke depan.

Bel peringatan berdentang di awal tahun ketika Yunani mulai merasa kesulitan mendapatkan pembiayaan dari pasar. Investor meragukan kemampuan negara itu membayar utangnya karena kondisi keuangannya memburuk, bahkan terburuk di zona euro.

Menyusul berbulan-bulan upaya internal, Uni Eropa, akhirnya menggandeng IMF dengan meluncurkan paket bantuan senilai 110 miliar euro untuk Yunani setelah yield surat utangnya melonjak tajam.

Dalam rangka mencegah krisis Yunani menyebar, Uni Eropa dan IMF juga membentuk dana talangan, atau yang disebut Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF) senilai 750 miliar euro. Fasilitas ini dibuat untuk membantu negara zona euro lainnya yang bernasib sama dengan Yunani.

Kedua upaya itu berhasil menstabilkan pasar, namun efeknya tidak berlangsung lama. Setengah tahun kemudian, Irlandia menjadi korban kedua krisis utang, dan terpaksa meminta bailout Nopember lalu.

Di akhir tahun, belum terlihat krisis berakhir, dengan Portugal dan Spanyol diisukan menjadi korban selanjutnya. Yield obligasi kedua negara naik signifikan setelah Irlandia meningkatkan kecemasan efek domino krisis utang semakin nyata.

Banyak analis memperingatkan krisis bisa semakin buruk tahun depan ketika negara zona euro harus mencari pembiayaan sekaligus memenuhi kewajiban. Negara zona euro harus mengumpulkan atau membayar kembali 560 miliar euro di 2011, rekot tertinggi selama sejarah euro, dan 45 miliar euro lebih besar dari 2010, menurut bank Italia UniCredit.
Portugal, ekonomi terlemah di zona euro, harus mengumpulkan atau membayar kembali 20 miliar euro sampai pertengahan tahun depan.

Ekonomi Uni Eropa diperkirakan tumbuh 1,8% tahun ini, mengakhiri kontraksi 4,2% tahun lalu, menurut proyeksi Komisi Eropa bulan. Hal ini karena ekonomi mencatat kinerja yang lebih baik di semester pertama 2010. Sayangnya, pemulihan tersendat di semester kedua, karena krisis utang, kondisi permintaan global yang masi lesu, dan tingginya tingkat pengangguran.

Di saat krisis berkecamuk lagi, pasar keuangan kembali tertekan. Bank mulai memperketat kredit lagi karena takut menderita kerugian dari kepemilikan surat utang negara zona euro yang dililit krisis.

Beberapa negara menghentikan stimulus dan mulai melakukan konsolidasi fiskal dengan mengurangi pembelanjaan dan menaikkan pajak. Hal ini diharapkan dapat mengurangi deficit anggaran dan mengembalikan kepercayaan investor.

Namun, para ekonom mencemaskan langkah ini dapat menghambat pemulihan ekonomi, yang masih rentan. 

Di tengah kondisi global yang tidak menentu, pertumbuhan ekspor Eropa, elemen penting pemulihan ekonomi, diperkirakan melambat tahun depan. Dengan tingkat pengangguran masih di rekor tertinggi, konsumsi diperkirakan masih rendah.Komisi Eropa mengatakan pertumbuhan ekonomi Eropa akan melambat jadi 1,7% tahun depan, dengan risiko yang masih tinggi.

Meski berhasil membentuk dana talangan, solusi permanen atas masalah finansial Eropa masihlah belum jelas karena membawa anggota zona euro,  yang punya filosofi dan pandangan berbeda soal uang, untuk menyepakati suatu konsensus adalah hal yang sukar. Kalaupun dapat merumuskan mekanisme, diperlukan waktu yang cukup lama agar krisisb berakhir.

Salah satu kesalahan zona euro adalah terlalu mengandalkan negara kuat seperti Jerman dan Perancis. Bergantung kepada kedua negara kuat itu untuk menanggung utang negara lemah membebani kondisi fiskal negara yang kuat. Selain itu, hal ini juga dapat melemahkan  seluruh zona euro dimana negara kuat merupakan bagian darinya. Spekulasi peringkat kredit Jerman dan Perancis bisa diturunkan mulai berhembus.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account