Kabar dari Yunani menenggelamkan IHSG
Jakarta, Strategydesk - Kekhawatiran atas krisis Yunani kembali merebak setelah ketidakpastian kembali muncul akibat rencana referendum yang akan dilakukan oleh Yunani dalam menyetujui paket krisis yang diberikan.
Indeks Dow Jones Industrial semalam ditutup dibawah suport 11681. Ini adalah sebuah kabar buruk karena jika tidak kembali ke atas resisten 11750-11800 dalam dua hari kedepan, skenario bullish DJI dan IHSG terancam batal.
IHSG hari ini diperkirakan akan menguji suport 3525-3580. Jika suport ini gagal bertahan, berarti IHSG bakal kembali menguji suport 3200-3300.
Sementara itu, regional diawal perdagangannya kali ini mengalami kejatuhan menyusul anjloknya kinerja indeks utama Wall Street. Terperosoknya Wall Street dikarenakan mencuatnya kekhawatiran mengenai krisis utang dan keraguan paket komplit bisa dilaksanakan secara mulus.
Kejatuhan tajam itu menghapus penguatan yang dicatat minggu lalu ketika pemimpin Eropa mengumumkan rencana untuk mengatasi krisis utang. Kesepakatan itu mencakup penambahan dana talangan, pengurangan utang Yunani, dan rekapitalisasi bank. Meski disebut dengan paket komprehensif, pelaku pasar melihat masih banyak detil yang harus diselesaikan, dan implementasinya akan rumit.
Faktor yang membuat bursa global terjungkal terjungkal adalah di luar dugaan, pernyataan Perdana Menteri Yunani George Papandreou berencana menggelar referendum soal kesepakatan bailout, dan voting kepercayaan terhadap pemerintah, langkah yang bisa memicu pemilu bila publik menolak. Para analis mengatakan mengadakan referendum adalah keputusan yang ceroboh, mengingat survei terakhir menunjukkan sebagian besar publik Yunani memandang negatif soal bailout.
Oleh karena itu, pasar khawatir bila dilaksanakan, dan publik menolak, Yunani semakin dekat ke bencana default, yang ingin dihindari oleh para politisi Eropa. Langkah itu menimbulkan ketidakpastian yang sudah sempat berkurang berkat kesepakatan Brussels. Yunani default bisa memicu krisis finansial yang ditakutkan lebih besar dari 2008.
Sentimen negatif juga datang dari, data aktivitas manufaktur China melambat bulan lalu, mengindikasikan kebijakan moneter ketat yang diterapkan Beijing dan merosotnya ekspor mulai berdampak ke ekonomi. Indeks PMI manufaktur turun ke 50,4 pada Oktober dari 51,2 di September, menurut laporan China Federation of Logistics dan Purchasing (CFLP). Sedangkan indeks ISM manufaktur AS di Oktober turun ke 52,0 dari 51,6 bulan sebelumnya.
Faktor lain yang menekan adalah kenaikan yield obligasi Italia bertenor 10 tahun ke atas 6%. Hal ini mengindikasikan pasar belum yakin dengan efektivitas kesepakatan Brussels. Rapat regular ECB besok,para analis mempertanyakan apakah Mario Draghi, Presiden ECB terbaru pengganti Jean-Claude Trichet yang pensiun, akan melakukan pemangkasan dalam rapat pertamanya.
Kemarin, sesuai ekspektasi RBA akan memangkas suku bunganya. Penurunan inflasi dan kondisi global yang tidak pasti, kemungkinan menjadi faktor yang membuat RBA memangkas rate-nya 25 bps ke 4,50%.
Data ADP Employment dan FOMC meeting akan jadi tema hari ini.
Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun semakin dalam. Pada perdagangan kemarin, IHSG anjlok lebih dari 100 poin dan terlempar dari area 3.600.
Aksi ambil untung kembali mewarnai perdagangan pada hari itu. Beberapa saham-saham unggulan kembali menjadi sasaran aksi profit. Buruknya kinerja IHSG tidak terlepas dari melemahnya bursa regional lainnya. Kecemasan krisis utang Eropa kembali mencuat setelah perdana menteri Yunani mengadakan referendum terhadap kesepakatan bailout
Seluruh indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) memerah. Sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah sektor industri dasar sebesar 4,55%. Disusul oleh sektor pertambangan dan aneka industri yang masing-masing turun sebesar 3,81% dan 3,57%.
Menutp perdagangan, Selasa (1/11/2011), IHSG turun tajam 105,835 poin (2,79%) ke level 3.685,012. Sementara Indeks LQ 45 melemah 21,766 poin (3,22%) ke level 653,806.
Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain Multibreeder (MBAI), Astra Internasional (ASII), Gudang Garam (GGRM), dan Indo Tambangraya (ITMG).
Sementara saham-saham yang berhasil naik diantaranya Hexindo (HEXA), Lionmesh (LMSH), Indosiar (IDKM), dan Modernland (MDRN).
Ulasan Teknikal
IHSG 
Pola black opening marubozu yang terbentuk pada candlestick menunjukkan adanya kekuatan seller yang kuat. Sementara indikator RSI yang mulai bergerak downtrend serta stochastic yang dead cross masih mendukung adanya potensi penurunan. IHSG telah berhasil menembus support-nya di 3.730, dan ditutup di bawah support tersebut. Hal ini telah mengkonfirmasi bahwa trend jangka menengah IHSG sudah mulai bearish. Saat ini indeks masih tertahan di area support berikutnya di 3.680. Jika support tersebut kembali ditembus, maka IHSG bisa terkoreksi lebih jauh menuju area 3.620 – 3.594. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.620 - 3.730.
R3 3,865
R2 3,828
R1 3,756
Pivot 3,719
S1 3,648
S2 3,610
S3 3,539
Stock Pick
IDKM
Penembusan resistance triangle di 1.570 yang disertai dengan pembentukan pola long white candlestick telah memberikan konfirmasi bullish continuation bagi IDKM. Namun, penembusan resistance tersebut tidak disertai dengan besarnya volume. Selain itu, harga masih tertahan di area resistance 1.840. Untuk itu, kami melihat adanya potensi koreksi bagi IDKM sebelum melanjutkan kenaikannya. Sementara jisa resistance 1.840 mampu ditembus, IDKM mempunyai peluang kenaikan untuk meraih area 2.000 (Fibonacci retracement 161.8%) hingga area 2.200 (target triangle).
Rekomendasi : Hold, stop loss 1.670, target 2.000
Support : 1.670, 1.570
Resistance : 1.840, 2.000
UNVR
Mampu di atas garis support di 15.450, masih memberikan potensi bullish untuk jangka pendek, meski secara keseluruhan trend masih bergerak bearish.
Sementara pola pembentukan white body pada candlestick nenunjukkan bahwa kekuatan buyer mulai muncul. Pola tersebut bisa menjadi indikasi reversal bagi UNVR. Namun saat ini harga masih tertahan di area resistance MA 10. di 15.850. Konfirmasi reversal jangka pendek akan didapat jika resistance tersebut ditembus, untuk fokus pada kenaikan selanjutnya di area 16.400 – 16.500.
Rekomendasi : Hold, stop loss breakout 15.450, target 16.400
Support : 15.450, 15.250,
Resistance : 15.850, 16.500
Rekomendasi
Stock Screener
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sentimen positif domestik minim, IHSG masih koreksi
- IHSG merana jelang long weekend
- Koreksi IHSG masih berlanjut
- Waspada penutupan IHSG hari ini di bawah 4.110
- Sentimen regional membebani IHSG
- Tekanan jual pemodal asing, IHSG uji support 4.111
- Koreksi Dow, IHSG flat turun di 4.130-4.195
- IHSG mencoba bangkit
- Tren naik IHSG terancam sentimen global
- IHSG rawan koreksi
- Setelah tembus rekor, IHSG bisa tersendat
- Sentimen global bisa bantu IHSG
- IHSG mixed jelang data inflasi
- IHSG ikuti sinyal positif regional
- Earning lokal siap topang IHSG



