Jerman masih tolak obligasi euro dan intervensi ECB

Tanggal November 25, 2011 / 11:07 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Menghempaskan spekulasi akan melunaknya sikap Jerman, Kanselir Angela Merkel menegaskan penolakan atas gagasan penerbitan obligasi zona euro atau perluasan peran ECB sebagai respon cepat mengatasi krisis utang.

“Posisi saya belum berubah,” katanya dalam jumpa pers dengan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Perdana Menteri Italia Mario Monti di Strasbourg, Perancis. Dalam pertemuan, itu ketiga pemimpin hanya mengulang komitmen untuk mengubah traktat.

“Presiden Perancis memahami independensi ECB. Jadi, modifikasi traktat tidak akan menyinggung tugas ECB, yang hanya bertanggung jawab di ranah kebijakan dan stabilitas moneter,” tambah Merkel. Merkel dan Sarkozy memang pernah mengatakan ingin mengubah Traktat Eropa dalam rangka mereformasi kebijakan fiskal.

Beberapa pejabat Perancis dan negara Eropa lainnya sempat berharap Jerman mau mengubah pendiriannya soal peran ECB mengentaskan krisis utang. Banyak kalangan yang melihat ECB punya sumber daya yang besar untuk dapat mencegah default dan reaksi berantai. Sayangnya, Jerman masih tetap menolak intervensi ECB.

Tapi dengan pertanda menyebarnya krisis, seperti lelang obligasi Jerman yang gagal, kenaikan yield ke level yang sulit ditanggung, dan macetnya pinjaman antar bank, muncul pertanyaan seberapa lama Jerman bisa mempertahankan posisinya.

Surat kabar Jerman Bild kemarin melaporkan pemerintahan Merkel semakin mendekati untuk menerima obligasi euro, paling tidak sebagian, meski publik masih menolaknya. Ditambah lagi partainya mengatakan ada syarat untuk perubahan traktat. “Kami tidak mengharamkannya (obligasi euro), tapi kami hanya mengatakan tidak bisa dalam kondisi saat ini.” Kata Norbert Barthle, anggota koalisi kepada jurnalis.

Tapi itu juga perlu waktu. Perancis dan Jerman mengatakan obligasi euro hanya masuk akal ketika ada konvergensi dan pertumbuhan, ketika Paris dan Berlin tidak lagi menjadi tumpuan bagi negara lemah di zona euro. Tapi Perancis ingin menggunakan ECB lebih agresif untuk membantu negara rentan krisis di saat mereka sedang melakukan perbaikan dan reformasi.

Merkel dan pejabat Jerman lainnya khawatir menerbitkan obligasi euro dan menggunakan ECB sebagai lender of the last resort justru akan memberi ruang ke negara debitor untuk menunda bahkan menghindari perubahan struktural yang dituntut akan bisa menjadi kompetitif, sedangkan Jerman dan kreditor lainnya harus menanggung utang mereka.

Meski demikian, perubahan traktat, yang perlu bertahun-tahun dirancang, ratifikasi dan implementasi, tidak akan banyak berdampak ke pasar yang saat ini bergejolak.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account