Jepang tak menutup intervensi?

Tanggal August 25, 2010 / 1:52 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Jepang tidak menutup kemungkinan melakukan intervensi sebagai opsi untuk meredam laju yen, sumber dari pemerintah mengatakan hari ini.

Kepada Reuters, sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya itu mengatakan kemungkinan itu tetap terbuka, meski ia menolak mengatakan apakah itu intervensi solo atau terkoordinasi.

Menurutnya, pernyataan Menteri Keuangan Yoshihiko Noda hari ini memberi sinyal itu. Noda mengatakan pihaknya siap mengambil langkah tepat sembari mengamati pergerakan mata uang secara seksama. Menurutnya, pergerakannya akhir-akhir ini cenderung satu arah. 

Ini merupakan pernyataan paling tegasnya mengenai yen. Pemerintah Jepang telah berupaya untuk meredam penguatan yen dengan intervensi verbal. Namun upaya tersebut gagal karena hinga hari ini yen masih bertengger di level tertingginya dalam 15 tahun terakhir.

Sementara itu, muncul kembali spekulasi BOJ sedang mempertimbangkan untuk menambah stimulusnya mengurangi dampak negatif apresiasi yen.Kepada Dow Jones Newswire, sumber terdekat BOJ mengatakan BOJ siap bertindak bila benar-benar terjadi penurunan sentimen bisnis. Menurutnya, dengan penguatan yen ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir, kewaspadaan BOJ semakin tinggi.

Sumber tersebut menambahkan BOJ semakin kehilangan opsi dengan tidak melakukan apapun kecuali yen berhenti menguat.Meski sumber itu mengatakan jadwal pasti untuk rapat darurat belum ditentukan, BOJ bisa mengambil keputusan lebih cepat dari rapat regulernya pada 6-7 September bila kondisi memburuk.

Kemungkinan langkah yang diambil BOJ adalah menambah jumlah program likuiditasnya dari 20 triliun yen saat ini atau memperpanjang jangka waktu pinjaman menjadi 6 bulan dari 3 bulan.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account