Jepang defisit, yen jatuh
Jakarta, Strategydesk - Yen jatuh ke level terendah dalam sebulan terakhir terhadap dollar dan euro hari ini menyusul data yang memperlihatkan Jepang mengalami defisit tahunan untuk pertama kalinya sejak 1980.
Jepang mencatat defisit perdagangan untuk pertama kalinya dalam 32 tahun terakhir karena gempa, tsunami dan krisis nuklir, yang menyebabkan krisis energi. Alhasil, impor energi membengkak. Selain itu, banyak perusahaan manufaktur yang mengalihkan produksinya ke luar untuk mengurangi efek apresiasi yen. Ditambah gangguan produksi akibat gempa dan tsunami.
Jepang mengalami defisit 2,49 triliun yen selama 2011. Untuk Desember, defisit mencapai 205,1 miliar yen. Ekspor turun 2,7%, kontraksi pertama dalam dua tahun terakhir. Sedangkan impor meningkat 12,0%, kenaikan tahunan untuk kedua kali berturut-turut. Impor BBM saja melonjak 25,2%, karena utilitas memenuhi pasokan energi setelah ditutupnya pembangkit nuklir.
Penguatan yen ke rekor tertingginya terhadap dollar dan euro membuat produk Jepang lebih mahal dan menggerus pendapatan eksportir. Di saat yang sama Jepang menghadapi persaingan dari Korsel, Taiwan, Singapura dimana biaya buruh dan produksi lebih murah. Manufaktur Jepang juga diterpa oleh musibah dalam setahun terakhir. Selain gempa dan tsunami, masalah ekonomi AS dan Eropa, mereka juga diterpa masalah banjir Thailand, yang menghancurkan pabrik mereka.
Jepang masih mencatat surplus dengan AS, meski menyusut. Selama 2001, surplus dengan AS mencapa 4,10 triliun yen, turun 8,2 % dari 2010. Jepang mencatat surplus 1,57 triliun yen dengan China. Dengan Jerman, Jepang mencatat perdagangan seimbang, dengan surplus hanya 16 miliar yen. Sebagian besar impor minyak Jepang datang dari Timur Tengah, di mana Jepang mencatata defisit 10,88 triliun yen.
Dalam perdagangan di Asia hari ini, dollar sempat menyentuh 77,98 yen, tertinggi sejak akhir Desember 2011. Para trader megatakan penguatan kemungkinan bisa berlanjut di sesi Eropa dan AS, dengan resistance di 78,23 yen (high 23 Des). Pada jam 14:00 WIB, dollar diperdagangkan di 77,91 yen, menguat dari level penutupan dini hari tadi 77,66. Euro juga menguat terhadap yen ke 101,52 dari 101,23. Sedangkan sterling menguat ke 121,58 yen dari 121,34.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sterling anjlok, dihantam BOE Minutes
- BOJ tambah QE, yen anjlok
- Sterling rentan jelang keputusan BOE
- Data perdagangan angkat aussie
- Yen rally berkat pembelian eksportir
- Jepang defisit, yen jatuh
- EUR/USD flat setelah sesi Asia
- Data China bagus, aussie melambung
- Sterling ikut merana karena downgrade Eropa
- Euro rebound, masih bearish
- Data buruk, yen justru menguat
- Sentimen membaik, sterling rebound
- Wafatnya Kim Jong-il angkat dollar
- Rilisan Data Ekonomi 12 Desember 2011
- Rilisan Data Ekonomi 09 Desember 2011



