Jelang voting, Yunani dilanda mogok kerja
Jakarta, Strategydesk - Pekerja di seluruh Yunani menggelar mogok kerja sebagai bentuk protes atas rencana pemerintah melaksanakan program pengetatan anggaran, yang merupakan syarat untuk mendapat bailout dari Uni Eropa.
Semua orang mulai dari dokter, pengemudi ambulan, pekerja kasino bahkan aktor bergabung dalam aksi tersebut, yang akan berlangsung sampai besok. Ratusan penerbangan dibatalkan atau dijadwal ulang karena petugas pengendali udara meninggalkan tempat kerja mereka. Pekerja transportasi publik juga tidak ketinggalan, membuat macet seluruh ibukota.
Serikat kerja marah dengan program penyehatan anggaran sebesar 28 miliar euro, yang mencakup pemotongan gaji dan tunjangan pegawai negeri, bahkan PHK, dan kenaikan pajak, yang dilaksanakan di saat tingkat pengangguran sudah mencapai 16%, tertinggi di Eropa.
Paket dan implementasi harus disetujui lewat voting parlemen besok dan lusa agar Uni Eropa mengucurkan bantuan finansial lanjutan. Tanpa bantuan itu, Yunani akan terancam menjadi negara zona euro pertama yang default, yang efek dominonya ditakutkan sama seperti kebangkrutan Lehman Brothers.
Rencana itu menimbulkan protes bahkan di kubu sosialis, partainya Perdana Menteri George Papandreou. Ia berjuang untuk mengendalikan pergolakan dalam partainya hingga harus melakukan reshuffle. Berbicara dalam debat di parlemen, membahas rencana pengetatan, Papandreou mengimbau para anggota untuk mendukung rencana itu.
Setelah Uni Eropa menyatakan bersedia mengucurkan bantuan finansial ke Yunani, dan para kreditor bersedia secara sukarela mengikuti restrukturisasi, kini tinggal Yunanilah yang ditunggu perannya. Pasar menantikan hasil voting parlemen Yunani atas rencana reformasi ekonomi, yang mencakup pemotongan anggaran, kenaikan pajak dan penjualan aset negara. Voting atas program pengetatan dilaksanakan besok dan voting atas implementasinya di hari selanjutnya.
Menteri Keuangan Evangelos Venizelos mengatakan pemerintah mengakui pemotongan itu tidak adil. “Langkah ini akan membawa kita dari defisit anggaran ke surplus. Memang sulit, tapi harus dilakukan,” katanya.
Program reformasi ekonomi ini bagaikan buah simalakama bagi Yunani. Bila disetujui, bisa memicu gejolak sosial. Tapi bila ditolak, bisa terjadi gejolak di pasar keuangan.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Tsipras: Progam penghematan harus dikaji ulang
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik



