Italy umumkan program pengetatan
Jakarta, Strategydesk - Pemerintahan baru Italia mengumumkan program pengetatan yang lebih luas sebagai respon di tengah krisis utang Eropa, yang turut mendorong biaya pinjaman Perancis dan Spanyol, serta membawa ribuan orang protes di Yunani.
Perdana Menteri baru Italia, Mario Monti, Ia mengumumkan program pertumbuhan yang ambisius di hadapan Senat Italia, sembari memperingatkan Italia dan Eropa menghadapi kondisi darurat dan mengimbau pembuat kebijakan untuk kesatuan dan tanggung jawab nasional.
Di saat instabilitas mengancam euro, danm perhatian pasar tertuju ke Italia, Monti mengatakan pemerintah akan bekerja mengubah aturan tenaga kerja dan pensiun, memerangi penghindaran pajak dan mempermudah bisnis. Tapi ia juga memperingatkan Eropa untuk memahami taruhannya bila membiarkan Italia berjuang sendiri.
“Masa depan euro sebagian tergantung dengan apa yang akan dilakukan Italia dalam beberapa minggu ke depan, kata Monti sembari memperingatkan kematina euro akan menghancurkan pasar, aturan dan institusi Eropa, serta membawanya kembali ke era 1950an.
Ia mengatakan pemerintah akan bekerja mengembalikan kepercayaan dan berinvestasi dalam perubahan struktural yang akan berdampak jangka panjang, termasuk perubahan sistem pensiun yang dianggapnya tidak seimbang. “Kita perlu fokus pada tiga pilar, kekuatan fiskaql, pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial,” ujarnya.
Monty, yang mendapat dukungan 75% menurut polling, lolos voting kepercayaan di Senat semalam. Ia kini harus menghadapi voting di majelis rendah, yang diperkirakan akan dilewati juga. “Hanya dengan menghindari terlihat sebagai negara lemah, kita bisa berkontribusi pada reformasi Eropa, kata Monti, yang disumpah Rabu lalu sebagai kepala pemerintahan menyusul lengsernya Silvio Berlusconi.
Spanyol mengumpulkan 3,6 miliar euro dalam lelang obligasi tenor 10 tahun, tapi harus memberi yield 6,97%, tertinggi sejak 1997, dari 5,43% bulan lalu. Yield di atas 6% dianggap terlalu tinggi, dan di 7% menjadi berbahaya, karena di level itulah Yunani, Irlandia dan Portugal harus meminta bailout dan menjadi pasien IMF.
Yield obligasi Perancis juga naik, ke 3,7% dari sebelumnya 2,2%. Kenaikan ini membuat Perancis semakin mendesak ECB untuk turun berperan mengatasi krisis. Menteri Keuangan Francois Baroin mengatakan dukungan ECB adalah cara terbaik untuk mengatasi krisis. Di Athena, sekitar 50.000 orang berkumpul dalam demonstrasi, ujian pertama untuk pemerintahan baru.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- G-8 belum mampu yakinkan pasar
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi



