Isu QE bayangi sterling
Jakarta, Strategydesk - Sterling melemah terhadap dollar hari ini karena ekspektasi BOE akan segera meluncurkan kembali program pembelian asetnya, atau Quantitative Easing (QE), untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.
Data indeks PMI manufaktur Inggris yang lebih baik dari prediksi tidak banyak membantu karena tidak mengubah pandangan ekonomi berjuang menghadapi efek pengetatan fiskal domestik dan krisis utang Eropa.
BOE, yang akan mengadakan rapat reguler Kamis nanti, kemungkinan akan membahas peluncuran kembali QE. Kini dilema yang dihadapi BOE, paling tidak menurut banyak ekonom, adalah apakah segera memulia QE, atau menunggu sampai
Nopember, ketika hasil diskusi pemimpin zona euro akan terlihat dan bank sentral punya proyeksi ekonomi baru.
Minggu anggota dewan Ben Broadbent dan David Miles mengindikasikan akan memvoting stimulus. Bahkan chief economist Spencer Dale, salah satu anggota yang hawkish, melihat itu sebagai kemungkinan.
Pada jam 18:00 WIB, sterling diperdagangkan di $1,5513, melemah dari level penutupan akhir pekan lalu $1,5587. Terhadap yen, sterling melemah ke 119,29 dari 120,18.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Aussie masih bearish, sempat tembus paritas
- Setelah anjlok, euro coba bangkit
- Euro, franc melesat atas dollar
- Inggris resesi lagi, sterling koreksi
- Inflasi melambat tajam, aussie anjlok
- Data ritel makin lambungkan sterling
- RBA, isu Eropa tekan aussie
- Yen rally setelah BOJ
- Sterling melaju berkat data PMI
- Eksportir Jepang angkat yen
- BOE Minutes, laporan defisit tekan sterling
- Isu ekonomi China hantam aussie
- Dollar rally, yen terus melorot
- Data bagus, euro tetap lunglai
- Aussie koreksi jelang data, RBA



