Isu permintaan tekan minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak jatuh hari ini karena spekulasi permintaan BBM di AS akan menyusut seiring berakhirnya musim panas. Minyak turun meski saham menguat.
Hari Buruh AS, yang jatuh hari ini, menandakan berakhirnya musim berkendara (driving season). Faktor seperti permintaan dan cadangan, yang sempat terabaikan, sepertinya mulai berperan kembali.
Permintaan bensin di AS turun 3,1% ke level terendah dalam 12 minggu terakhir pada minggu yang berakhir 27 Agustus lalu, menurut data MasterCard Inc.
Pada jam 16:23 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Oktober turun 21 sen menjadi $74,39 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX. Minyak turun meski saham Asia bergerak positif. Akhir pekan lalu, minyak terkoreksi meski di saat dollar melemah dan saham menguat berkat data payroll yang lebih baik dari prediksi.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak turun jelang data API
- Minyak turun tajam, Yunani jadi fokus
- Minyak naik, payroll dinantikan
- Data EIA tekan minyak
- Minyak diangkat Iran, data China
- Data Jepang angkat minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Keputusan the Fed dorong minyak
- Minyak sideway, di bawah $100
- Faktor Timteng Angkat Minyak
- Minyak turun jelang pertemuan Eropa
- Minyak turun ke bawah $100
- Rencana IMF, data AS dorong minyak
- Pernyataan Iran, Saudi dongkrak minyak
- Masalah downgrade Eropa tekan laju minyak



