Isu perlambatan global serang pasar
Jakarta, Strategydesk - Kecemasan mengenai ekonomi dunia kembali menyerang pasar, menyusul data PDB Jepang yang mengecewakan. Data ini menambah bukti perlambatan pemulihan ekonomi global.
Data hari ini menunjukan PDB Jepang hanya tumbuh 0,1% di kuartal kedua dari kuartal pertama, lebih rendah dari prediksi 0,6%. Di kuartal pertama, PDB tumbuh 1,1%. Secara tahunan, PDB Jepang hanya tumbuh 0,4% selama kuartal kedua. Angka tersebut lebih rendah dari prediksi 2,3% dan kuartal sebelumnya 4,4%.
Perlambatan ini disebabkan oleh merosotnya ekspor, yang merupakan mesin utama ekonomi Jepang. Penguatan yen disinyalir menjadi faktor yang membuat ekspor Jepang merosot. Yen sempat menyentuh level tertingginya dalam 15 tahun terakhir terhadap dollar minggu lalu.
Data tersebut mempertegas pandangan bahwa prospek ekonomi global semakin memburuk. Sebagian besar ekonomi besar sudah mengumumkan data PDB kuartal keduanya. Selain Jepang, AS dan China juga mengalami perlambatan. Eropa memang berhasil mencatat pertumbuhan yang baik di periode tersebut. Namun, terindikasi akan melambat kembali di periode berikutnya karena program pengetatan anggaran.
Situasi seperti ini biasanya mengangkat mata uang safe haven seperti dollar dan yen. Minggu lalu, euro, sterling dan aussie, yang dianggap mata uang berisiko, melemah tajam. Dalam perdagangan awal minggu ini, euro berusaha untuk bangkit. Kejatuhan tajam yang dialami selama minggu lalu, membuka peluang untuk bargain hunting. Namun data ekonomi Jepang akan mempersulit upaya tersebut. Ditambah dengan jatuhnya saham regional, semakin mengurangi minat terhadap risiko.
Data terjadwal hari ini adalah inflasi zona euro, yang diperkirakan akan menunjukan indeks CPI di kawasan itu turun 0,4% bulan lalu. Inflasi yang negatif bisa berdampak buruk ke euro. Data lainnya adalah Empire Manufacturing, atau aktivitas manufaktur di kawasan New York. Bila data itu menambah bukti perlambatan ekonomi AS, risk aversion bisa berlanjut, terutama kalau data itu menekan saham.
Pasar juga akan mencermati indeks perumahan NAHB, yang diperkirakan naik ke 15 bulan ini dari 14 bulan lalu.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (07 Februari 2012)
- Euro stabil, aussie rapuh jelang RBA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (06 Februari 2012)
- Euro rentan seiring tenggat waktu Yunani
- Rekomendasi Trading FOrex Sesi Eropa, AS (03 Februari 2012)
- Pasar konsolidasi jelang payroll
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (02 Februari 2012)
- Risk appetite, dollar tergelincir
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (01 Februari 2012)
- Ketidakpastian nego Yunani tekan euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (31 Januari 2012)
- Investor resah, yen berjaya
- Rekomendasi Forex Sesi Eropa, AS (30 Januari 2012)
- Euro terkoreksi jelang pertemuan UE, deal Yunani
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (27 Januari 2012)



