Isu perbankan Eropa tekan euro

Tanggal September 07, 2010 / 10:18 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Euro jatuh terhadap dollar dan yen karena kecemasan perbankan Eropa masih berjuang untuk mendapatkan dana. Hal ini menyuramkan prospek ekonomi kawasan tersebut.
Mata uang tunggal Eropa itu terkoreksi setelah Asosiasi Bank Jerman mengatakan 10 bank terbesar negara itu, termasuk Deutsche Bank AG dan Commerzbank, membutuhkan sekitar 105 miliar euro karena regulasi baru.
Bank harus mengumpulkan sejumlah itu untuk mencapai 10% rasio modal Tier 1, indikator kekuatan finansial. Asosiasi itu mengatakan persyaratan modal yang tinggi, kalau benar-benar diberlakukan, bisa menghambat pemulihan ekonomi karena membatasi kredit.
Komite Basel akan memutuskan persyaratan itu, atau yang disebut Basel III. Perbankan Eropa memang dianjurkan untuk menambah permodalannya, namun hal itu sepertinya membutuhkan perjuangan.
Euro, yang kemarin sempat bergerak di $1,29, kini tumbang ke kisaran $1,27, kejatuhan terburuk dalam seminggu terakhir. Selama tahun ini, ada dua faktor utama yang selalu menekan euro, yaitu krisis fiskal dan isu perbankan Eropa. Bila salah satu mencuat, euro selalu terjungkal.
Komite Basel, yang mewakili bank sentral dan regulator di 27 negara dan menetapkan standar modal untuk bank di seluruh dunia, diminta G-20 untuk memformulasikan peraturan menyusul krisis finansial. Komite itu berencana untuk mengumumkan paket finalnya dalam pertemuan G-20 Nopember nanti. 
Salah satu data terjadwal hari ini adalah factory orders Jerman. Data ini diperkirakan akan menunjukan orders selama Juli naik 0,5% per bulan dan 20,6% per tahun. Namun, selama kecemasan soal perbankan masih menyelimuti pasar, data yang positif tidak akan berdampak banyak ke euro.
Pasar juga menantikan hasil rapat reguler BOJ dan RBA. Keduanya diperkirakan akan mempertahankan kebijakannya, di tengah indikasi perlambatan ekonomi global. Pasar menunggu apakah BOJ akan mengeluarkan pernyataan atau tindakan soal apresiasi yen. Yen bisa menguat bila BOJ tidak mengumumkan langkah apapun.
Sedangkan RBA diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya di 4,50%. Pasar juga ingin melihat pernyataan RBA mengenai ekonomi menyusul data ekonomi yang cukup baik.

Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account