Isu krisis utang kembali guncang Nikkei, Kospi
Jakarta, Strategydesk - Indeks Nikkei terkoreksi hari ini, lepas dari level tertinggi dalam tiga minggu terakhir yang dicatat kemarin, diguncang oleh kekhawatiran krisis utang Eropa berpotensi memburuk.
Bank terbesar Italia, UniCredit SpA, berencana mengumpulkan 7,5 miliar euro melalui penjualan saham dengan diskon, mengindikasikan bank itu amat butuh suntikan dana. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan banyak bank lain yang harus mencari tambahan modal. Di Spanyol, pemerintah lokal Valencia terlambat membayar utang ke Deutsche Bank sebesar 123 miliar euro. Berita ini menimbulkan kecemasan negara itu akan terpaksa minta bailout.
Seiring dengan berita buruk dari Eropa, euro terjungkal, kembali ke level terendah dalam 11 tahun terakhir terhadap yen. Apresiasi yen terhadap euro ini amatlah menekan indeks, menghantam emiten yang punya pasar besar di Eropa. Indeks Nikkei ditutup melemah 0,8% di 8.488,71, setelah menguat 1,2% di sesi sebelumnya. Sedangkan indeks topix turun 0,9% ke 736,28.
Sementara itu di Seoul, indeks Kospi berakhir stabil hari ini, setelah bergerak dalam range terbatas, karena isu krisis utang Eropa membuat investor enggan bertransaksi. Tapi penguatan saham energi, menyusul kenaikan harga minyak, berhasil menjadi penopang. Indeks Kospi ditutup melemah 0,13% di 1.863,74.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hang Seng masih merana
- Nikkei stabil, Kospi rebound
- Hang Seng anjlok 1,3%, HSBC tumbang
- Nikkei catat minggu terburuk sejak 2001
- Bargain hunting bantu Nikkei, Kospi
- Hang Seng tersungkur, bank hancur
- Nikkei anjlok 1%, Kospi melorot 3%
- Hang Seng rebound, data AS & Eropa dinanti
- Nikkei koreksi lagi karena Yunani
- China turunkan GWM, Hang Seng tetap jatuh
- Nikkei rebound berkat keputusan China
- Data China hempaskan Hang Seng
- Yunani, Yen masih tekan Nikkei
- Eropa, China pukul Hang Seng
- Nikkei melorot, sempat ke bawah 9.000



