Isu Iran masih angkat minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak kembali bergerak di kisaran $100 per barel hari ini karena spekulasi pasokan dari Timur Tengah akan terganggu, di tengah ketegangan antara Iran dan Barat.
Senat AS secara bulat menyetujui sanksi ekonomi atas Iran, menambah sanksi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, dalam rangka menghukum Iran karena tidak menghentikan program nuklirnya. Legislasi itu secara spesifik melarang organisasi untuk berbisnis dengan institusi keuangan Iran, termasuk bank sentralnya.
Tapi pemberian sanksi ini justru dikritik oleh Gedung Putih, yang menganggapnya lebih banyak buruknya dari pada manfaatnya. Para pejabat pemerintah mengatakan sanksi ini malah bisa mendorong harga minyak dan tidak akan berdampak banyak terhadap ambisi nuklir Iran.
Minyak juga naik menjelang data ketenagakerjaan AS, yang diperkirakan akan menunjukkan lapangan kerja bertambah sebanyak 122.000 selama Nopember. Pada jam 17:37 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Januari naik 40 sen ke $100,60 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menguat 61 sen jadi $109,60 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



