Isu Iran & Italia membuat minyak fluktuatif
Jakarta, Strategydesk - Minyak bergerak fluktuatif hari ini, naik turun karena adanya faktor yang baik mendukung maupun menekannya. Krisis Italia memberi tekanan ke harga, tapi isu geopolitik terkait Iran menjadi katalis yang mengangkatnya.
Minyak sempat jatuh di tengah anjloknya saham global karena kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa, menyusul kenaikan yield obligasi Italia ke level 7%. Dengan kenaikan ke level itu, pasar khawatir Italia akan menyusul Yunani, Irlandia dan Portugal menjadi pasien IMF.
Yield obligasi Italia melonjak ke level tersebut kemarin setelah Perdana Menteri Silvio Berlusconi mengatakan ia menentang segala bentuk pemerintahan interim, dan mendesak untuk menggelar pemilu. Tapi pemilu itu baru bisa terlaksana pada Februari, yang berarti ada tiga bulan kevakuman kekuasaan. Situasi ini bisa memperburuk krisis.
Tapi harga naik lagi di tengah isu geopolitik menyangkut program nuklir Iran, menyusul laporan dari IAEA. Laporan yang menyebut Iran sedang mengembangkan senjata nuklir itu, dianggap sebagai awal dari semakin tegangnya hubungan antara Iran dan Barat. Beberapa kalangan memperkirakan harga bisa naik signifikan bila terjadi gangguan pasokan dari Iran, yang memproduksi sekitar 3,6 juta barel per hari, atau 5% output dunia.
Pada jam 15:40 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember naik 41 sen ke $96,05 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menanjak 23 sen jadi $112,54 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



