Isu Eropa, data China pukul minyak

Tanggal November 01, 2011 / 11:51 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak melanjutkan koreksinya untuk hari ketiga menyusul data manufaktur China dan mencuatnya isu krisis utang Eropa.

Aktivitas manufaktur China melambat bulan lalu, mengindikasikan kebijakan moneter ketat yang diterapkan Beijing dan merosotnya ekspor mulai berdampak ke ekonomi. Indeks PMI manufaktur turun ke 50,4 pada Oktober dari 51,2 di September, menurut laporan China Federation of Logistics dan Purchasing (CFLP).

Angka Oktober itu lebih rendah dari prediksi 51,7. Penurunan tersebut menyusul kenaikan selama dua bulan sebelumnya. Angka di atas 50 menandakan pertumbuhan, di bawah itu berarti kontraksi. Sebagai konsumen minyak terbesar kedua dunia, perkembangan ekonomi China amat mempengaruhi harga. Meski beberapa analis menyalahkan faktor musiman sebagai penurunan aktivitas manufaktur, data itu tetap menambah ketidakpastian prospek ekonomi China.

Minyak juga turun setelah Perdana Menteri Yunani George Papandreou berencana menggelar referendum soal kesepakatan bailout, dan voting kepercayaan terhadap pemerintah, langkah yang bisa memicu pemilu bila publik menolak.

Selain itu, keputusan mengadakan referendum ini bisa semakin mendekatkan Yunani ke default. Hasil survei yang dipublikasikan 29 Oktober menunjukkan sebagian besar responden memandang kesepakatan bailout dan penghapusan utang negatif.

Pada jam 11:38 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Desember turun 76 sen ke $92,43 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama merosot 75 sen jadi $108,81 per barel.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account